28, 2026
Nasional

Riset: Separuh Perusahaan di Asia Pasifik Gagal Penuhi Target Modernisasi IT

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Separuh Perusahaan di Asia Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Sebuah riset terbaru mengungkap bahwa separuh perusahaan di kawasan Asia Pasifik gagal memenuhi target modernisasi infrastruktur teknologi informasi mereka. Temuan ini menyoroti kesenjangan signifikan antara ambisi digital dan implementasi praktis di tengah percepatan transformasi digital di berbagai sektor.

Penelitian yang melibatkan ratusan perusahaan sektor swasta dan badan usaha milik negara di 14 negara di Asia Pasifik ini menunjukkan bahwa 53% responden mengakui belum mencapai target modernisasi IT yang telah ditetapkan. Data ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi organisasi dalam menjaga relevansi di era digital meski banyak yang menyadari pentingnya investasi pada teknologi.

Faktor Penyebab Keterlambatan

Berdasarkan riset tersebut, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan keterlambatan modernisasi IT di perusahaan Asia Pasifik. Faktor terbesar adalah kendala anggaran, dengan 41% responden menyebutkan alokasi dana yang tidak memadai sebagai hambatan utama. Ini diikuti oleh kompleksitas teknologi yang semakin meningkat (34%), dan tantangan dalam mengelola perubahan (28%).

"Banyak perusahaan masih terjebak dalam pendekatan tradisional terkait pengelolaan IT," ujar salah satu analis dari lembaga riset yang melakukan penelitian ini. "Mereka menghadapi dilema antara mempertahankan sistem legacy yang sudah mapan dan mengadopsi teknologi baru yang lebih modern namun memerlukan investasi besar."

Dampak terhadap Kinerja Bisnis

Keterlambatan dalam modernisasi IT ternyata berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis perusahaan. Sebanyak 68% responden yang belum memenuhi target modernisasi melaporkan penurunan efisiensi operasional, sementara 59% mengalami penurunan daya saing di pasar. Selain itu, 47% perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin digital.

"Dalam kondisi pasar yang kompetitif saat ini, keterlambatan modernisasi IT bisa berarti kehilangan peluang bisnis yang signifikan," tambah analis tersebut. "Perusahaan yang terlalu lama beralih ke teknologi cloud, misalnya, akan kesulitan bersaing dengan pesaing yang sudah lebih dulu mengadopsi infrastruktur cloud-native."

Tantangan Implementasi Teknologi Baru

Riset juga mengungkap tantangan spesifik yang dihadapi perusahaan dalam mengimplementasikan teknologi baru. Teknologi cloud menjadi area dengan implementasi tertinggi, namun masih 39% perusahaan mengaku belum memiliki strategi cloud yang jelas. Sementara itu, teknologi seperti AI dan machine learning baru diadopsi oleh 31% perusahaan, dengan mayoritas masih dalam tahap eksperimen.

"Implementasi teknologi tidak hanya soal perangkat keras atau lunak, tetapi juga perubahan budaya organisasi dan keterampilan tenaga kerja," jelas seorang CTO dari perusahaan multinasial yang berpartisipasi dalam riset ini. "Banyak perusahaan yang memiliki teknologi canggih, namun sumber daya manusianya belum siap untuk mengelolanya dengan optimal."

Harapan untuk Masa Depan

Meski menghadapi berbagai tantangan, riset ini menunjukkan secercah harapasa. Sebanyak 78% responden menyatakan optimis dapat memenuhi target modernisasi IT dalam waktu dua tahun ke depan. Untuk mewujudkannya, perusahaan berencana meningkatkan investasi pada teknologi cloud (62%), keamanan siber (57%), dan otomatisasi (51%).

"Asia Pasifik tetap menjadi pasar yang dinamis dengan potensi transformasi digital yang besar," kata seorang eksekutif senior dari lembaga riset tersebut. "Perusahaan yang berhasil mengatasi tantangan modernisasi IT akan memperoleh keunggulan kompetitif yang signifikan di masa depan."

Dengan kondisi ekonomi global yang masih tidak pasti, modernisasi IT kian menjadi bukan pilihan lagi, melainkan kebutuhan mendes bagi kelangsungan bisnis perusahaan di Asia Pasifik. Perusahaan yang terlalu lama menunda-nunda transformasi digital berisiko ketinggalan pesaing dan kehilangan relevansi di pasar yang terus berubah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter