26, 2026
Nasional

Sejak Sir Alex Ferguson Pergi, MU Habiskan Hampir Rp2 Triliun untuk Pecat Pelatih, Carrick Menyusul?

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Manchester United Habiskan Rp2 Triliun Sejak Perginya Sir Alex Ferguson

Manchester United telah mengalami perubahan drastis sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013 lalu. Salah satu dampak paling terlihat adalah pergantian pelatih yang sering terjadi, dengan biaya yang mencapai hampir dua triliun rupiah. Pergantian terbaru yang dilakukan oleh klub adalah memecat pelatih sementara Michael Carrick hanya setelah satu pertandingan.

Karir Ferguson di Old Trafford memang tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan luar biasa yang diraih selama 26 tahun. Dengan 13 gelar Premier League, 2 gelar Liga Champions, dan berbagai trofi lainnya, ia berhasil menjadikan Manchester United sebagai salah satu klub terbesar di dunia. Namun, sejak pengunduran dirinya, klub yang berjuluk The Red Devils itu tampak kesulitan menemukan pengganti yang setara.

Daftar Pelatih Sejak Ferguson Hingga Kini

Sejak 2013, Manchester United telah mempekerjakan enam pelatih utama berbeda, belum termasuk pelatih sementara seperti Michael Carrick yang baru saja dipecat. Urutan pelatih yang pernah mengisi kursi kepelatihan Old Trafford adalah:

Pertama, David Moyes yang datang dari Everton. Ia hanya bertahan satu musim sebelum dipecat pada 2014. Moyes mendapat dana transfer sebesar £65 juta untuk membangun timnya, namun hasilnya memburuk dengan finis di posisi ketujuh klasemen Premier League.

Kedua, Louis van Gaal yang datang dari timnas Belanda. Ia berhasil membawa United meraih trofi pertama pasca-Ferguson, yakni Piala FA, namun hanya bertahan dua musim sebelum digantikan oleh Jose Mourinho pada 2016.

Ketiga, Jose Mourinho yang datang dari Chelsea. Ia berhasil membawa United memenangi dua trofi, yaitu Liga Europa dan Piala Community Shield. Namun, hubungannya dengan pemain dan manajemen memburuk hingga akhirnya dipecat pada Desember 2018.

Keempat, Ole Gunnar Solskjaer yang diangkat sebagai pelatih sementara sebelum mendapat kontrak permanen. Ia berhasil membangun kembali citat United dengan gaya menyerang yang menghibur, namun performa yang inkonsisten membuatnya dipecat pada November 2021.

Kelima, Ralf Rangnick yang diangkat sebagai pelatih sementara hingga akhir musim 2021-2022 sebelum posisinya dijabat oleh Erik ten Hag.

Keenam, Erik ten Hag yang datang dari Ajax Amsterdam. Ia berhasil membawa United meraih trofi pertama dalam enam tahun dengan memenangi Piala Liga Inggris musim 2022-2023. Namun, performa buruk di awal musim 2023-2024 membuatnya dipecat pada November 2023.

Total Biaya Pemecatan Pelatih

Dengan enam pelatih yang dipecat dalam kurun waktu sepuluh tahun, total biaya kompensasi yang dikeluarkan Manchester United untuk pemecatan pelatih diperkirakan mencapai £100 juta atau setara dengan Rp2 triliuan. Angka ini belum termasuk gaji yang harus dibayar kepada para pelatih selama masa kontrak mereka.

Biaya kompensasi untuk setiap pelatih bervariasi tergantung durasi kontrak dan klausa yang tertera dalam perjanjian. Van Gaal dan Mourinho, misalnya, diyakini mendapat kompensasi yang besar setelah dipecat karena kontrak mereka masih berjalan dengan gaji tinggi.

Pemecatan Michael Carrick

Terbaru, Manchester United memecat Michael Carrick yang hanya mengisi posisi pelatih sementara selama satu pertandingan. Carrick menggantikan Erik ten Hag setelah dipecat pada November 2023 dan hanya memimpin dalam laga melik Burnley yang berakhir imbang 1-1.

Keputusan untuk memecat Carrick ini memunculkan pertanyaan mengeninya kebijakan klub dalam menangani pelatih. Dengan biaya kompensasi yang tinggi yang telah dikeluarkan, mengapa klub masih terburu-buru mengganti pelatih bahkan hanya untuk posisi sementara?

Beberapa analis menganggap keputusan ini tidak logis, mengingat Carrick adalah salah satu legenda klub yang memiliki pemahaman mendalam tentang filosofi Manchester United. Namun, manajemen tampaknya lebih mengutamakan hasil instan daripada membangun fondasi jangka panjang.

Masa pasca-Ferguson memang menjadi periode sulit bagi Manchester United. Dari segi finansial, klub masih kuat dengan pendapatan yang tinggi, namun dari segi olahraga, mereka kesulitan menemukan identitas yang konsisten. Pergantian pelatih yang sering kali hanya jadi solusi sementara tanpa memperhatikan rencana jangka panjang.

Dengan total biaya hampir dua triliun rupiah untuk pemecatan pelatih dalam sepuluh tahun terakhir, pertanyaan besar yang muncul adalah: kapan Manchester United akan berhenti mencari pelatih instan dan mulai membangun tim dengan strategi yang jelas dan konsisten?

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter