25, 2026
Nasional

Siap-Siap Langit Dunia Membara, AS Borong 850 Jet Tempur F-35

Lockheed Martin mengumumkan kesepakatan 10 tahun dengan Pentagon untuk pengadaan 850 jet F-35. Pendapatan meningkat, namun laba bersih mengalami penurunan.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Siap-Siap Langit Dunia Membara, AS Borong 850 Jet Tempur F-35

Siap-Siap Langit Dunia Membara, AS Borong 850 Jet Tempur F-35

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan rencana pembelian 850 pesawat tempur generasi kelima F-35 Lightning II dalam upaya memodernisasi kekuatan udara negara tersebut. Langkah ini dianggap sebagai peningkatan drastis dalam kemampuan militer AS yang akan mengubah tatanan kekuatan udara global di masa depan.

Investasi Sebesar $1,7 Triliun

Pembelian massal pesawat tempur ini diperkiru akan menelan biaya sekitar $1,7 triliun selama beberapa dekade ke depan. Angka tersebut mencakup tidak hanya biaya pembelian pesawat, tetapi juga biaya pengembangan, pemeliharaan, serta operasional selama masa dinas pesawat tersebut. Komite Angkatan Bersenjata Senat AS telah menyetujui anggaran untuk program ini sebagai bagian dari upaya menjaga keunggulan militer AS di atas negara lain.

Pesawat tempur F-35, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, telah menjadi tulang punggung strategi militer AS. Pesawat ini dilengkapi dengan teknologi canggih termasuk sistem stealth yang memungkinkannya menghindari deteksi radar, sensor canggih, dan kemampuan jaringan superior yang memungkinkan berbagi data secara real-time dengan unit militer lain.

Capabilitas Tak Tertandingi

F-35 dirancang untuk menggantikan berbagai pesawat tempur yang lebih tua di dalam arsenal AS, termasuk F-16 Fighting Falcon, A-10 Thunderbolt II, dan beberapa varian F/A-18 Hornet. Pesawat ini memiliki tiga varian utama: F-35A untuk keperluan Angkatan Udara AS, F-35B untuk Korps Marinir AS dengan kemampuan mendarat vertikal, dan F-35C untuk digunakan di atas kapal induk Angkatan Laut AS.

Kapabilitas utama F-35 terletak pada kemampuan stealth-nya yang memungkinkan pesawat ini masuk ke wilayah musuh tanpa terdeteksi. Selain itu, pesawat ini dilengkapi dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang mampu mendeteksi dan melacak target dari jarak jauh, serta sistem avionik yang memungkinkan pilot untuk memiliki situasional awareness yang luar biasa.

Selain AS, beberapa negara sekutu juga telah memesan F-35 sebagai bagian dari persenjataan mereka. Negara-negara seperti Inggris, Italia, Australia, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan telah memesan puluhan hingga ratusan pesawat ini. Alih-alih sekadar menjual pesawat, AS juga memfasilitasi transfer teknologi tertentu ke negara-negara sekutu tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan interoperabilitas antar angkatan bersenjata negara-negara sekutu.

Respon Global terhadap Pembelian Massal

Keputusan AS untuk memborong 850 jet tempur F-35 telah memicu berbagai reaksi dari negara-negara lain. Beberapa analis memprediksi bahwa langkah ini akan memicu perlombaan senjata di udara, terutama dari negara-negara yang memiliki ambisi untuk menyaingi kekuatan militer AS. Negara seperti Tiongkok dan Rusia diperkirakan akan merespons dengan mempercepat program pengembangan pesawat tempur generasi kelima mereka.

Tiongkok telah mengembangkan J-20, pesawat tempur generasi kelima mereka, sementara Rusia memiliki Su-57. Meskipun demikian, para analis militer percaya bahwa F-35 masih memiliki keunggulan teknologi yang signifikan dibandingkan pesawat-pesawat dari negara lain, setidaknya untuk waktu yang akan datang.

Di sisi lain, beberapa negara mungkin akan mempertimbangkan opsi lain selain F-35, seperti pesawat tempur generasi kelima dari negara lain atau bahkan pesawat tempur generasi keempat yang telah dimodernisasi. Hal ini terutama berlaku untuk negara-negara yang memiliki anggaran pertahanan terbatas atau yang tidak sepenuhnya percaya pada teknologi AS.

Tantangan dan Kontroversi

Program F-35 tidak luput dari kritik dan tantangan. Biaya pengembangan yang melonjak dan masalah teknis tertentu telah menjadi sorotan kritik dari berbagai pihak. Selain itu, kekhawatiran akan kebocoran teknologi juga menjadi perhatian bagi beberapa negara pesan, terutama mengingat kompleksitas sistem yang terdapat dalam pesawat ini.

Meskipun demikian, Departemen Pertahanan AS tetap teguh dengan komitmennya terhadap program F-35. Mereka meyakini bahwa investasi ini akan memberikan keunggulan strategis yang tak tertandingi bagi AS dan sekutunya di masa depan. Dengan 850 pesawat tambahan, kekuatan udara AS akan menjadi lebih dominan dan mampu menghadapi berbagai ancaman di berbagai teater operasi militer di seluruh dunia.

Langkah ini menunjukkan bahwa AS masih berkomitmen untuk mempertahankan posisinya sebagai kekuatan militer terdepan di dunia. Dengan armada F-35 yang diperluas, AS akan memiliki kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan udara ke mana saja di dunia dengan efektif dan efisien, sambil mengurangi risiko bagi pilot yang terlibat dalam misi tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter