01, 2026
Nasional

Sopir Truk Molen Picu Kecelakaan Tewaskan 6 Orang di Bekasi Ditangkap

Kecelakaan truk molen di Bekasi menewaskan 6 orang. Sopir ditangkap]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sopir Truk Molen Picu Kecelakaan Tewaskan 6 Orang di Bekasi Ditangkap

Sopir Truk Molen Ditangkap Setelah Menewaskan 6 Orang di Bekasi

Seorang sopir truk molen bernama Ahmad (45) akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian setelah melarikan diri usai menewaskan enam orang dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bekasi-Jakarta, Km 21, Kelurahan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Rabu (15/3) dini hari. Penangkapan ini dilakukan setelah dua hari buron, menimbulkan kecaman luas dari masyarakat terkait kelalaian sopir yang diduga dalam kondisi mabuk.

Kronologi Kecelakaan Tragedis

Insiden tragis terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari ketika truk molen bermuatan pasir dengan nomor polisi B 1234 XYZ melaju dengan kecepatan tingkat dari arah Bekasi menuju Jakarta. Menurut saksi mata, truk tersebut dikendalikan dengan sangat nekat dan sering melanggar garis tengah jalan.

Saat melalui lokasi kejadian, truk tiba-tiba oleng dan menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah, termasuk dua mobil pribadi dan satu sepeda motor. Akibatnya, enam orang tewas di tempat, sedangkan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka berat. Korban yang tewas terdiri dari empat penumpang mobil pribadi, satu sopir mobil, dan seorang pengendara sepeda motor.

Setelah kejadian, sopir truk molen langsung melarikan diri meninggalkkan kendaraannya yang sudah rusak parah di lokasi kejadian. Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan mengamankan saksi-saksi untuk mengungkap kejadian tersebut.

Penangkapan Sopir Buron

Setelah dua hari buron, Ahmad akhirnya berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polres Metro Bekasi dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) pada Jumat (17/3) sore di sebuah rumah kontrakan di wilayah Bekasi Timur. Penangkapan ini dilakukan setelah tim mendapat informasi dari warga setempat yang mengenali sosok Ahmad.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Budi Santoso mengatakan bahwa Ahmad ditangkap dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sedang dalam perawatan di rumah sakit. "Sopir truk molen tersebut dalam kondisi tidak sadarkan diri saat ditangkap. Diduga karena stres dan trauma setelah kejadian," ujar Budi.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa Ahmad dalam kondisi mabuk saat kejadian. Pemeriksaan urin yang dilakukan oleh tim medis menunjukkan adanya kandungan alkohol dalam tubuhnya. Selain itu, diduga Ahmad juga mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu sebelum mengemudi.

Reaksi Masyarakat dan Tuntutan Hukum

Insiden ini menuai reasi keras dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak pihak mengecam keras kelalaian sopir yang didalam keadaan mabuk dan mengakibatkan korban jiwa. Aktivis lalu lintas, Rudi Santoso, mengatakan bahwa kasus ini menunjukkan adanya kelemahan dalam penegakan hukum terhadap sopir yang melanggar aturan.

Sementara itu, keluarga korban menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Metro Bekasi pada Sabtu (18/3) menuntut keadilan. Mereka meminta agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal sesuai undang-undang.

Penyelidikan dan Tuntutan

Polisi masih menyelidiki kasus ini dan telah mengumpulkan berbagai bukti termasuk rekaman CCTV yang menunjukkan kejadian kecelakaan, keterangan saksi, dan hasil pemeriksaan medis terhadap Ahmad. Tim penyidik juga telah mengamankan truk molen yang digunakan dalam kejadian sebagai barang bukti.

Menurut data yang dirilis Dinas Perhubungan Bekasi, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk molen di wilayah Bekasi mengalami peningkatan 30% dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan pengawasan yang lebih ketat terhadap operasional kendaraan berat di wilayah tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pengemudi untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengemudi dalam kondisi yang tidak layak. Pihak berwajib juga diharapkan dapat memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku pelanggaran demi mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter