Subholding Gas Tekan Emisi 29 Ribu Ton CO2 dari Efisiensi Energi
Subholding Gas dan Energi dalam upaya mewujudkan transformasi energi bersih berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 29.000 ton CO2 melalui program efisiensi energi. Pencapaian signifikan ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam mendukung transisi energi rendah karbon sejalan dengan target nasional dan global mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dalam rapat koordinasi tahunan yang diselenggarakan kemarin, Direktur Utama Subholding Gas dan Energi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa program efisiensi energi telah menjadi pilar utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan. "Kami tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada cara kami mengelola energi secara lebih efisien dan ramah lingkungan," ujar Budi.
Program Efisiensi Energi Multi Dimensi
Program efisiensi energi yang telah dijalankan selama dua tahun terakhir ini berbagai dimensi. Pertama, optimasi sistem operasional di fasilitas produksi gas. Melalui penerapan teknologi canggih dan pembaruan infrastruktur, perusahaan berhasil mengurangi konsumsi energi hingga 15% di area-area kritis.
Kedua, implementasi sistem manajemen energi berbasis digital. Subholding Gas dan Energi mengembangkan platform monitoring real-time yang memungkinkan identifikasi kebocoran energi dan peluang penghematan secara tepat waktu. Sistem ini telah terpasang di 35 fasilitas operasional tersebar di seluruh Indonesia.
Ketiga, program penyadapan energi di fasilitas pelanggan. Melalui kerjasama dengan industri pengguna gas besar, perusahaan membantu mengoptimalkan sistem pembakaran dan pengolahan energi, menghasilkan pengurangan emisi kolektif sebesar 8.000 ton CO2.
Inovasi Teknologi dan Kolaborasi
Salah satu inovasi kunci yang mendukung pengurangan emisi ini adalah penggunaan teknologi gas alam terurai (LNG) untuk bahan bakar alternatif di area-area terpencil. Dengan mengganti diesel dengan LNG di 20 lokasi operasional, perusahaan berhasil mengurangi emisi karbon hingga 40% dibandingkan penggunaan konvensional.
Subholding Gas dan Energi juga telah membangun kolaborasi strategis dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi efisiensi energi. Salah satu hasil kolaborasi adalah pengembangan boiler efisiensi tinggi yang telah diimplementasikan di pabrik-pabikel mitra, menghasilkan penghematan energi hingga 25%.
"Kami percaya bahwa inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk mencapai target emisi nol net pada tahun 2050. Melalui program-program ini, kami tidak hanya memenuhi regulasi namun juga menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tambah Budi.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Pengurangan emisi sebesar 29.000 ton CO2 setara dengan menanam 1,4 juta pohon atau menghapus 6.300 mobil dari jalan selama satu tahun. Dampak positif ini tidak hanya berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, tetapi juga meningkatkan kualitas udara di sekitar area operasional perusahaan.
Selain dampak lingkungan, program efisiensi energi juga memberikan manfaat ekonomi. Dengan mengurangi konsumsi energi, perusahaan berhasil menghemat anggaran operasional sebesar Rp 120 miliar per tahun. Dana ini kemudian diinvestasikan kembali untuk program inovasi dan pengembangan energi terbarukan.
Perusahaan juga melibatkan masyarakat setempat dalam program edukasi mengenai efisiensi energi dan pengurangan emisi. Sebanyak 50 lokasi di sekitar area operasional telah menjadi sasaran program edukasi ini, dengan total lebih dari 10.000 peserta terlibat.
Target Masa Depan
Mencapai target pengurangan emisi 29.000 ton CO2 ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan tonggak awal untuk target yang lebih ambisius. Subholding Gas dan Energi telah menetapkan target pengurangan emisi 50% pada tahun 2030 dan mencapai net zero emisi pada tahun 2050.
Transformasi menuju energi bersih membutuhkan komitmen jangka panjang dan investasi besar. Dengan pencapaian saat ini, Subholding Gas dan Enersi menunjukkan bahwa perusahaan siap menghadapi tantangan energi masa depan sambil tetap berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Komentar (0)