04, 2026
Teknologi

Swarna Dwipa Institute Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo Penuhi Unsur Makar

Swarna Dwipa Institute mengecam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo. Mereka menilai ini ancaman serius bagi kedaulatan dan demokrasi.]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Swarna Dwipa Institute Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo Penuhi Unsur Makar

Swarna Dwipa Institute: Dugaan Penyadapan Prabowo Memenuhi Unsur Makar

Swarna Dwipa Institute, lembaga riset independen, menyatakan dugaan penyadapan terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen Prabowo Argo Sudiro memenuhi unsur makar. Lembaga ini menilai adanya indikasi konspirasi untuk menurunkan pemerintah yang sah melalui kegiatan penyadapan yang diduga melibatkan aparat negara.

Dugaan Penyadapan Sebagai Konspirasi

Menurut analis dari Swarna Dwipa Institute, dugaan adanya penyadapan terhadap Kapolda Metro Jaya tidak sekadar melanggar privasi, tetapi juga menunjukkan adanya rencana untuk menurunkan pemerintah. Analis ini menyoroti bahwa penyadapan terhadap pejabat tinggi negara, khususnya yang terkait dengan penegakan hukum dan keamanan, dapat menjadi alat untuk memengaruhi jalannya pemerintahan.

"Dari segi hukum pidana, penyadapan ini sudah melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun yang lebih berat lagi, jika ternyata ada indikasi konspirasi untuk menurunkan pemerintah yang sah, ini sudah memenuhi unsur makar," ujar salah satu analis dari Swarna Dwipa Institute dalam keterangannya, Sabtu (22/7).

Mengenai Unsur Makar

Unsur makar dalam UU Nomor 18 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Makar diartikan sebagai perbuatan dengan sengaja melawan hukum negara Republik Indonesia dengan cara menggulingkan, mengganti, atau membatasi kekuasaan Presiden. Swarna Dwipa Institute menilai bahwa dugaan penyadapan terhadap Prabowo Argo Sudiro dapat menjadi bagian dari upaya untuk mencapai tujuan tersebut.

Lembaga ini menyoroti bahwa penyadapan terhadap pejabat penegak hukum dapat digunakan untuk memperoleh informasi sensitif yang kemudian dimanfaatkan untuk tekanan politik atau bahkan untuk memicu ketegangan sosial. "Jika dugaan penyadapan ini terkait dengan upaya untuk mempengaruhi jalannya penegakan hukum atau investigasi tertentu, ini menunjukkan adanya niat jahat untuk mengganggu stabilitas nasional," jelas analis tersebut.

Keterlibatan Aparat Negara

Swarna Dwipa Institute juga menyoroti potensi keterlibatan aparat negara dalam dugaan penyadapan ini. Menurut lembaga ini, penyadapan skala besar seperti yang diduga terjadi tidak dapat dilakukan oleh individu biasa, melainkan memerlukan sumber daya teknis dan organisasi yang canggih.

"Kami menduga bahwa ada organisasi atau jaringan tertentu yang berada di dalam atau bersekong dengan aparat negara yang terlibat dalam kegiatan ini. Karena penyadapan skala seperti ini memerlukan teknologi khusus, akses ke infrastruktur komunikasi, serta sumber daya manusia yang terlatih," tambah analis tersebut.

Implikasi bagi Keamanan Nasional

Dengan adanya dugaan penyadapan yang melibatkan pejabat tinggi penegak hukum, Swarna Dwipa Institute memperingatkan potensi implikasi serius bagi keamanan nasional. Lembaga ini khawatir bahwa hal ini dapat memecah belah kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dan pemerintah.

"Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum adalah fondasi demokrasi. Jika ada indikasi bahwa aparat penegak hukum sendiri yang terlibat dalam aktivitas ilegal seperti penyadapan, ini akan merusak kepercayaan tersebut secara drastis," jelas lembaga dalam pernyataannya.

Rekomendasi Penyelidikan Independen

Sebagai respons terhadap dugaan serius ini, Swarna Dwipa Institute menganjur agar penyelidikan dilakukan secara independen dan transparan. Lembaga ini menyarankan agar penyelidikan dilakukan oleh tim yang bebas dari tekanan politik atau kepentingan pihak manapun.

"Kami mendesak agar penyelidikan dugaan penyadapan ini dilakukan secara maksimal dan tidak sebatas pada permukaan. Perlu diketahui siapa di balik penyadapan, apa tujuannya, dan apakah ada jaringan yang lebih luas terlibat. Hanya dengan penyelidikan yang komprehensif, kebenaran di balik dugaan ini bisa terungkap," pungkas Swarna Dwipa Institute.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter