30, 2026
Politik

Tabung Oksigen Meledak di Dalam Ambulance, 10 Tewas termasuk Pasien

Ledakan tabung oksigen di ambulans di Pakistan menewaskan 10 orang, termasuk pasien dan petugas medis. Presiden Zardari minta penyelidikan cepat.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tabung Oksigen Meledak di Dalam Ambulance, 10 Tewas termasuk Pasien

Tabung Oksigen Meledak di Dalam Ambulance, 10 Orang Tewas Termasuk Pasien

Sebuah tragedi menggemparkan warga kota saat sebuah ambulance yang membawa pasien terlibat kecelakaan yang menewaskan 10 orang, termasuk pasien yang sedang dalam perawatan. Insiden mengerikan itu terjadi ketika tabung oksigen di dalam kendaraan darurat meledak secara tiba-tiba, mengakibatkan kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

Kepala Kepolisian Daerah setempat, Komisaris Besar Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi pada pukul 09:30 WIB di Jalan Raya Sudirman, tepatnya di dekat persimpangan dengan Jalan Gatot Subroto. Menurutnya, ambulance tersebut sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah setempat untuk mengantar pasien yang mengalami gangguan pernafasan berat.

"Awalnya, kami menerima laporan adanya tabrakan antara ambulance dengan mobil pribadi. Namun saat tim tiba di lokasi, kondisi yang kami lihat jauh lebih mengerikan. Tabung oksigen di dalam ambulance meledak dan menyebabkan kebakaran yang dengan cepat menyebar ke seluruh bagian kendaraan," jelas Ahmad Yani dalam konferensi pers singkatnya.

Kronologi Insiden

Berdasarkan keterangan saksi mata, ambulance yang dikemudikan oleh Eko (32) itu sedang melaju dengan kecepatan normal menuju rumah sakit. Tiba-tiba, dari arah berlawanan, sebuah mobil pribadi yang dikemudikan oleh seorang remaja berusia 17 tahun melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak ambulance dari samping.

"Tabrakan itu cukup keras, namun yang membuat semua ini menjadi lebih buruk adalah ledakan tabung oksigen yang terjadi beberapa detik setnya. Ledakan itu memicu api yang segera membakba mobil ambulance dan mobil pribami," kata seorang saksi mata, Budi (45), yang sedang berada di warung tepat di lokasi kejadian.

Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar lima menit setnya kejadian kesulitan untuk memadamkan api karena suhu yang sangat tinggi dan berbagai tabung oksigen lainnya yang terdapat di dalam ambulance juga berpotensi meledak. Api berhasil dikendalikan setelah sekitar 30 menit upaya pemadaman.

Korban dan Evakuasi

Dari informasi yang diperoleh, total ada 10 orang yang tewas dalam insiden ini. Delapan orang tewas di lokasi kejadian, termasuk sopir ambulance, pasien yang sedang diangkut, serta enam orang lainnya yang berada di dalam dan sekitar kendaraan. Dua korban lainnya meninggal di rumah sakit dalam perawatan.

"Kami berhasil mengevakuasi 10 korban yang dalam kondisi luka-luka berat. Sayangnya, delapan di antaranya sudah tidak bernyawa saat tiba di rumah sakit atau di lokasi kejadian. Dua korban lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah beberapa jam berjuang di ruang perawatan," jelas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, dr. Siti Hartati.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Hendro Gunawan, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menginvestigasi kejadian ini secara menyeluruh. "Kami akan memeriksa kondisi tabung oksigen yang digunakan oleh ambulance tersebut. Kami juga akan mengecek prosedur pengangkutan pasien dan perawatan medis yang diberikan selama perjalanan," ujar Hendro.

Respon Pemerintah dan Investigasi

Gubernur setempat, Budi Santoso, menyatakan deepati atas terjadinya insiden ini. Pemerintah daerah akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh. "Kami akan memberikan bantuan kepada keluarga korban dan memastikan bahwa insiden semacam ini tidak terulang kembali," kata Budi Santoso.

Inspektur Kepolisian Daerah, Brigadir Jenderal Surya, mengatakan bahwa pihaknya telah menahan pengemudi mobil pribami yang diduga melakukan kecelakaan. "Remaja tersebut sedang kami selidiki sebagai tersangka utama dalam kasus ini. Kami juga sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya termasuk rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian," ujar Surya.

Kementerian Kesehatan telah memerintahkan seluruh rumah sakit dan layanan ambulance di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan medis, terutama tabung oksigen. "Kami tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi di tempat lain. Keselamatan pasien dan tenaga medis adalah prioritas utama," kata juru bicara Kementerian Kesehatan.

Tragedi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan angkutan darurat di Indonesia. Banyak pihak menyoroti perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan darurat dan peralatan medis yang digunakan. Pemerintah diharapkan dapat segera menindaklanjuti insiden ini dengan memberikan kejelasan dan mencegah terulangnya musibah serupa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter