29, 2026
Teknologi

Telkom Gandeng BSSN dan Peruri Siapkan Keamanan Digital Era Kuantum

Telkom, BSSN, Peruri, dan Danantara Indonesia menjajaki penguatan keamanan digital untuk menghadapi tantangan komputasi kuantum melalui kolaborasi strategis.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Telkom Gandeng BSSN dan Peruri Siapkan Keamanan Digital Era Kuantum

Telkom Gandeng BSSN dan Peruri Siapkan Keamanan Digital Era Kuantum

Dalam era digital yang semakin canggih, ancaman keamanan siber juga terus berkembang. Mengantisipasi tantangan di era kuantum yang akan datang, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Indonesia) menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) untuk membangun infrastruktur keamanan digital yang tangguh. Kolaborasi ini bertujuan mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan keamanan di era kuantum yang diperkirakan akan merevolusi teknologi informasi di masa depan.

Kolaborasi Strategis untuk Keamanan Digital

Ketiga entitas besar ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan teknologi keamanan digital yang mampu menghadapi ancaman era kuantum. Telkom sebagai penyelenggara telekomunikasi terbesar di Indonesia, BSSN sebagai lembaga pemerintah yang membidangi keamanan siber, dan Peruri sebagai lembaga percetakan uang dan dokumen keamanan, membawa masing-masing keahlian dan sumber daya untuk kolaborasi ini.

Direktur Utama Telkom Alexander Rusli menyatakan bahwa era kuantum akan membawa perubahan fundamental dalam dunia teknologi informasi. "Kita harus persiapkan diri sejak dini. Kolaborasi dengan BSSN dan Peruri adalah langkah strategis untuk membangun ekosistem keamanan digital yang tangguh di Indonesia," ujar Alexander dalam keterangannya.

Tantangan Era Kuantum

Era kuantum membawa potensi besar dalam pengolahan data dan komunikasi, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam keamanan siber. Komputer kuantum yang akan datang diharapkan mampu memecahkan algoritma enkripsi yang saat ini dianggap aman, termasuk algoritma yang digunakan dalam sistem keamanan nasional.

Kepala BSSN Jeneral Polisi (Ret) Dr. Djoko Setiadi menegaskan perlunya persiapan dini menghadapi era kuantum. "Komputer kuantum memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dalam memecahkan kode dibandingkan komputer klasik. Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan teknologi keamanan baru yang tahan terhadap serangan kuantum," ujarnya.

Inovasi Keamanan Digital

Dalam kerjasama ini, ketiga pihak akan mengembangkan berbagai inovasi dalam bidang keamanan digital. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kriptografi post-kuantum yang mampu menghadapi ancaman dari komputer kuantum. Selain itu, akan dibangun juga infrastruktur keamanan siber yang terintegrasi dan sistem identitas digital yang lebih aman.

Peruri dengan keahliannya dalam produksi dokumen keamanan seperti paspor dan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, akan berperan penting dalam pengembangan sistem identitas digital yang tahan kuantum. Direktur Utama Peruri Arief Wibowo menjelaskan bahwa teknologi keamanan yang dikembangkan harus mampu menjaga integritas data identitas warga Indonesia.

Dampak bagi Ekosistem Digital Indonesia

Kolaborasi ini diharapkan akan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem digital Indonesia. Dengan keamanan digital yang lebih kuat, percaya masyarakat dan dunia usaha terhadap sistem digital akan meningkat. Hal ini akan mendorong transformasi digital yang lebih luas dan aman di berbagai sektor.

"Keamanan digital adalah fondasi penting dalam pembangunan ekonomi digital. Dengan persiapan yang matang menghadapi era kuantum, kita dapat membangun ekosistem digital yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan untuk Indonesia," kata Alexander lagi.

Langkah Strategis Jangka Panjang

Kerjasama ini merupakan bagian dari langkah strategis jangka panjang dalam membangun keamanan digital nasional. Telkom, BSSN, dan Peruri berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi keamanan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam waktu dekat, ketiga pihak akan membentuk tim kerja yang akan mengkoordinasikan berbagai kegiatan riset dan pengembangan teknologi keamanan digital. Selain itu, juga akan dilakukan pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber untuk menghadapi tantangan era kuantum.

Visi Indonesia dalam Era Kuantum

Kolaborasi ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi negara maju dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dengan membangun fondasi keamanan digital yang kuat, Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh era kuantum untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita tidak hanya melihat era kuantum sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang untuk maju. Dengan persiapan yang matang, Indonesia dapat menjadi pemain aktif dalam pengembangan teknologi kuantum dan membawa manfaatnya bagi kemajuan bangsa," ujar Djoko Setiadi.

Komitmen untuk Keamanan Nasional

Ketiga pihak menekankan komitmen mereka dalam menjaga keamanan nasional di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Keamanan digital bukan lagi sekadar isu teknis, tetapi menjadi bagian integral dari keamanan nasional yang harus dijaga bersama.

"Keamanan digital adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi antar lembaga, kita dapat membangun pertahanan yang lebih kuat menghadapi berbagai ancaman di era digital," tegas Arief Wibowo.

Dengan langkah strategis ini, Telkom, BSSN, dan Peruri menunjukkan komitmen mereka dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan dan peluang di era kuantum. Kolaborasi ini diharapkan akan menjadi contoh bagi kerjasama lain dalam membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter