31, 2026
Nasional

Tiga Gunung Api Berstatus Siaga, Ini Imbauan BNPB

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tiga Gunung Api Tetap Berstatus Siaga, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspasda terhadap aktivitas tiga gunung api yang masih berstatus siaga. Ketiga gunung tersebut yaitu Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten, Gunung Semeru di Jawa Timur, dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Meskipun tidak ada peringatan status siaga darurat, pihak berwenang menekankan perlunya kewaspadaan terus-menerus mengingat potensi bahaya yang masih tinggi.

Gunung Anak Krakatau Terus Mengalami Gempa Vulkanik

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat sejak erupsi besar pada 2018 lalu. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung ini mengalami rata-rata 25-40 gempa vulkanik harian dengan amplitudo rendah hingga sedang. Aktivitas freatik tercatat terjadi berkisar 2-5 kali sehari dengan ketinggian abu mencapai 200-800 meter dari puncak.

BNPB mencatat bahwa status siaga level II (waspada) untuk Gunung Anak Krakatau telah diberlakukan sejak Juli 2023. Pihak berwenang meminta masyarakat di sekitar Kepulauan Sumatera, terutama di wilayah Banten dan Lampung, untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami yang dapat disebabkan oleh runtuhnya bagian gunung ke laut. Warga diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar zona pantai selama 5 kilometer dari puncak gunung.

Gunung Semeru Tetap Menunjukkan Aktivitas Tinggi

Gunung Semeru, yang terletak di perbatangan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, juga tetap berstatus siaga level II. PVMBG mencatat terjadi 150-250 gempa vulkanik harian dengan amplitudo rendah hingga sedang. Sementara itu, gempa vulkanik dangkal mencapai 50-80 kali sehari dengan amplitudo kecil hingga sedang.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar alur sungai yang bermuara di lerak selatan Gunung Semeru untuk waspada terhadap aliran lahar dingin. Potensi bahaya longsoran material vulkanik masih sangat tinggi, terutama selama musim hujan. Warga di sekitar desa terdekat seperti Pronojiwo, Candipuro, dan Lumajung diminta untuk selalu siap mengungsi jika diperlukan.

Gunung Sinabung Masih Aktif dengan Kolom Asa

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, juga tetap berstatus siaga level II. PVMBG melaporkan aktivitas vulkanik berupa gempa vulkanik rata-rata 100-150 kali sehari dengan amplitudo rendah hingga sedang. Selain itu, tercatat pula gempa tectonic rata-rata 10-15 kali sehari dengan amplitudo kecil hingga sedang.

Erupsi Gunung Sinabung seringkali disertai dengan kolom abu setinggi 1-3 kilometer di atas puncak. BNPB meminta warga di sekitar zona bahaya radius 3-5 kilometer dari puncak gunung untuk tetap waspada. Potensi bahaya aliran lahar panas (lahar dingin) juga tetap menjadi perhatian utama, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang alur sungai yang berasal dari gunung tersebut.

Imbauan Umum dari BNPB

Dalam keterangan resminya, BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap ketiga gunung api tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar zona bahaya, terutama di area yang telah ditetapkan oleh PVMBG. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak terpancing oleh isu hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.

BNPB juga menegaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana, termasuk pengurusan sarana evakuasi, penyediaan posko pengungsian, serta koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Warga diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat mengenai rencana evakuasi dan siap mengikuti instruksi yang diberikan jika terjadi kondisi darurat.

Untuk meningkatkan kesadaran bencana, BNPP mengadakan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana di sekitar wilayah gunung api. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gunung api, termasuk dalam melakukan evakuasi dan penyelamatan diri.

Dengan demikian, meskipun ketiga gunung api masih berstatus siaga, BNPB menekankan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiapan masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi potensi bencana. Semua pihak diimbau untuk bersama-sama menjaga kewaspadaan dan tidak mengabaikan imbauan dari pihak berwenang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter