31, 2026
Nasional

Gempa Megathrust Bangkitkan Tsunami 8 Meter, Sapu Pesisir Pangandaran

Hasil kajian BRIN mengungkap tsunami Pangandaran 2006 lebih kompleks dari dugaan. Simak selengkapnya!]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa Megathrust Bangkitkan Tsunami 8 Meter, Sapu Pesisir Pangandaran

Gempa Megathrust Bangkitkan Tsunami 8 Meter, Sapu Pesisir Pangandaran

PANGANDARAN - Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang wilayah Selat Jawa pada Rabu (25/1) pagi tidak hanya menimbulkan getaran yang dirasakan hingga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Gempa yang bermekaan megathrust ini juga memicu tsunami setinggi 8 meter yang menerjang pesisir Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan cepat. Dampaknya cukup mematikan dengan sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 14:37 WIB dengan pusat gempa berada di 61 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, pada kedalaman 10 kilometer. "Gempa ini berpotensi tsunami dan kita sudah mengeluarkan peringatan dini tsunami," ujar Muhari dalam keterangannya.

Dampak Tsunami di Pangandaran

Tsunami yang terjadi cukup cepat setelah gempa bumi. Warga di pesisir Pangandaran hanya memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan diri sebelum gelombang besar menerjang. Warga yang berada di kawat Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, dan sekitar Pantai Barat Pangandaran menjadi sasaran utama serangan tsunami.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Iwan Supriyatna, mengungkapkan bahwa tinggi tsunami yang tercatat di wilayah tersebut mencapai 8 meter. "Tinggi tsunami yang masuk ke darat mencapai 8 meter. Kita masih melakukan evakuasi dan pencarian korban," jelas Iwan.

Beberapa rumah warga yang berada di dekat pantai rusak akibat ditabrak gelombang besar. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti warung, kios, dan sepeda motor juga tersapu ombak. Warga yang berada di lokasi langsung melarikan diri ke daratan dalam untuk menghindari serangan tsunami berulang.

Korban Jiwa dan Evakuasi

Hingga berita ini diturunkan, sudah ada sejumlah korban jiwa luka-luka akibat gempa dan tsunami di Pangandaran. BPBD setempat masih melakukan proses identifikasi dan evakuasi korban. "Masih ada beberapa warga yang hilang kontak dan kita masih melakukan pencarian," tambah Iwan.

Tim SAR gabungan dari BPBD Jawa Barat, TNI/Polri, dan relawan sudah diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi korban dan membantu warga yang terdampak. Warga yang selamat sementara dievakuasi ke tempat pengungsian yang aman, seperti masjid, sekolah, dan pusat pemerintahan desa setempat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang langsung turun ke lokasi menginstruksikan agar semua pihak bekerja sama dalam penanganan bencana ini. "Kita harus koordinasi dengan baik. Tim BPBD, TNI, Polri, dan relawan harus bekerja sama untuk evakuasi korban dan membantu warga terdampak," ujar Ridwan Kamil.

Upaya Penanggulangan dan Penanganan Pasca Bencana

Pemerintah pusat melalui BNPB sudah mengirimkan tim penanggulangan bencana ke lokasi untuk membantu penanganan pasca bencana. Tim membawa sejumlah alat berat untuk membantu membersihkan puing-puing reruntuhan yang ditinggalkan tsunami.

Untuk mencegah korban lebih lanjut, pihak berwenang masih melakukan pemantauan di wilayah pesisir. Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati pantai hingga pihak berwenang memberi tanda aman.

Gempa bumi megathrust ini terjadi akibat aktivitas lempeng yang cukup kompleks di wilayah Selat Jawa. Wilayah ini memang rawan gempa bumi dan tsunami karena berada di zona subduksi lempeng Australia yang menunton ke bawah lempeng Eurasia. Aktivitas tektonik ini terus dipantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memberikan peringatan dini yang tepat waktu kepada masyarakat.

Sementara itu, proses evakuasi dan penanganan pasca bencana masih berlangsung. Pemerintah berjanji akan memberikan bantuan maksimal bagi warga yang terdampak bencana. "Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan kondisi di Pangandaran," pungkas Ridwan Kamil.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter