29, 2026
Teknologi

Tito Pastikan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Berjalan hingga 2028

Mendagri Tito Karnavian memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera berjalan sesuai target hingga 2028, fokus pada infrastruktur dan UMKM.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tito Pastikan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Berjalan hingga 2028

Tito Pastikan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Berjalan hingga 2028

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang akrab disapa Tito, menegaskan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sumatera akan berlanjut hingga tahun 2028. Penegasan ini disampaikan Tito dalam rapat koordinasi terkati penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Target Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Menurut Tito, program rehabilitasi dan rekonstruksi ini mencakup berbagai aspek mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak. "Kami menargetkan seluruh program dapat tuntas sebelum 2028 sehingga masyarakat dapat kembali normal dan lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan," ujarnya.

Program ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah serta pihak swasta dalam kerangka sinergi pembangunan. Tito menekankan pentingnya koordinasi yang baik antar pihak agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Infrastruktur Prioritas

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah perbaikan dan pembenahan infrastruktur krusial yang rusak akibat bencana. Infrastruktur yang menjadi prioritas meliputi jaringan jalan, jembatan, fasilitas umum, serta sistem drainase dan irigasi yang rusak.

"Infrastruktur yang tangguh adalah kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh infrastruktur yang dibangun menggunakan standar kebencanaan dan teknologi terkini," jelas Tito.

Untuk memastikan kualitas, pemerintah menerapkan sistem pengawasan ketat dengan melibatkan berbagai pihak termasuk komite pengawas dari masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memantau perkembangan pelaksanaan program.

Peningkatan Kapasitas Sosial Ekonomi

Selain infrastruktur, program ini juga berfokus pada peningkatan kapasitas sosial ekonomi masyarakat terdampak. Tito menjelaskan bahwa berbagai program pelatihan dan pendampingan akan diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga dapat segera bangkit kembali.

"Kami bekerja sama dengan berbagai pelaku usaha dan lembaga pelatihan untuk menyediakan peluang bagi masyarakat terdampak. Mulai dari pelatihan keterampilan hingga pemberdayaan UMKM," tambahnya.

Program pemberdayaan ekonomi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerma baru dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat di daerah terdampak bencana.

Persiapan Menghadapi Potensi Bencana

Tito juga menekankan pentingnya persiapan menghadapi potensi bencana di masa depan. Pemerintah akan membangun sistem peringatan dini yang lebih baik serta mensosialisasikan protokol kebencanaan kepada masyarakat.

"Kami tidak hanya fokus pada pemulihan pasca bencana, tetapi juga mempersiapkan masyarakat dan infrastruktur untuk menghadapi bencana di masa depan. Ini adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan," paparnya.

Untuk itu, pemerintah akan membangun pusko pelatihan kebencanaan di beberapa titik strategis di Sumatera. Pusat ini akan digunakan untuk melatih petugas penanggulangan bencana serta masyarakat tentang cara menghadapi berbagai jenis bencana.

Dukungan Internasional

Program rehabilitasi dan rekonstruksi ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk mitra internasional. Beberapa negara dan organisasi internasional telah menyatakan dukungan mereka dalam bentuk bantuan teknis, bantuan finansial, serta pelatihan.

"Kami terbuka terhadap berbagai bentuk dukungan internasional asalkan sejalan dengan kebutuhan kita dan tidak mengganggu proses pembangunan yang sudah berjalan," ujar Tito.

Dengan dukungan yang memadai dan koordinasi yang baik, pemerintah optimis dapat menyelesaikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi sebelum tahun 2028. Dengan demikian, diharapkan masyarakat di Sumatera dapat kembali normal dengan infrastruktur dan ekonomi yang lebih tangguh.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter