03, 2026
Nasional

Truk Molen Maut Bekasi Tak Uji KIR 6 Tahun, Kemenhub Panggil Pemilik

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Truk Molen Maut Bekasi Tak Uji KIR 6 Tahun, Kemenhub Panggil Pemilik

Truk molen yang menewaskan empat orang di Bekasi ternyata tidak melalui uji kendaraan bermotor (KIR) selama enam tahun terakhir. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera memanggil pemilik truk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Insiden tragis ini kembali menyoroti masalah kendaraan berat yang tidak memenuhi standar keselamatan di jalanan Indonesia.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kemenhub, Adi Sucipto, truk bermuatan molen yang mengakibatkan korban jiwa di Jalan Raya Bekasi, Jawa Barat, tercatat belum melakukan uji KIR sejak 2017. "Data kami menunjukkan bahwa kendaraan tersebut terakhir kali melalui uji KIR pada tahun 2017. Artinya, selama enam tahun terakhir, truk ini tidak pernah diperiksa kekayaan teknisnya," ujar Adi dalam keterangannya, Kamis (27/7/2023).

Kronologi Insiden dan Korban

Insiden mengerikan terjadi pada Rabu (26/7/2023) siang ketika truk molen bernomor polisi B 8755 UZ mengalami rem blong di Jalan Raya Bekasi KM 20, dekat Pasar Induk Kramat Jati. Truk yang membawa muatan berat tersebut menabrak beberapa kendaraan roda dua dan roda empat hingga menewaskan empat orang pada saat itu.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bekasi Timur Kompol Iwan Setiawan mengungkapkan bahwa korban tewas adalah dua pengendara motor dan dua pejalan kaki. "Empat korban tewas di tempat. Selain itu, ada tujuh korban luka-luka yang kami evakuasi ke rumah sakit terdekat," jelas Iwan.

Menurut keterangan saksi mata, truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak beberapa kendaraan di persimpangan. "Saya lihat truk itu melaju sangat kencang, tiba-tiba remnya berbunyi keras dan truk itu mulai oleng hingga menabrak beberapa kendaraan," kata salah satu saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tindakan Kemenhub dan Polisi

Sebagai respons terhadap insiden ini, Kemenhub langsung mengambil tegas dengan memanggil pemilik truk. "Kami sudah memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat untuk segera memanggil pemilik truk. Kami juga akan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi dan pemilik kendaraan," tegas Adi Sucipto.

Polisi telah menetapkan seorang sopir truk sebagai tersangka dalam kasus ini. Sopir berinisial R tersebut diduga telah melakukan kesalahan saat mengendarai truk yang membawa muatan berlebih. "Sopir diduga tidak mampu mengendalikan truk karena kecepatannya yang tinggi dan kondisi rem yang tidak prima. Kami juga sedang menyelidiki apakah muatan truk melebihi batas yang diizinkan," ujar Kapolsek Bekasi Timur.

Masalah Sistematis Kendaraan Berat

Insiden ini menunjukkan adanya masalah sistematis dalam pengawasan kendaraan berat di Indonesia. Banyak truk dan kendaraan berat yang tidak menjalani uji KIR secara berkala sehingga potensi kecelakaan menjadi sangat tinggi.

Menurut data Kemenhub, masih banyak kendaraan berat yang tidak mematuhi aturan uji KIR. "Kami terus melakukan penertiban terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar. Namun, tantangannya masih besar karena beberapa pemilik kendaraan masih membiarkan kendaraannya tidak uji KIR," jelas Adi.

Langkah Pencegahan di Masa Depan

Untuk mencegah insiden serangan, Kemenhub berencana melakukan beberapa langkah. Pertama, meningkatkan frekuensi operasi yustisi terhadap kendaraan berat. Kedua, memperketat sanksi bagi pemilik dan pengemudi yang melanggar aturan.

"Kami akan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dishub setempat untuk melakukan pengecekan mendadak terhadap kendaraan berat. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi sistem uji KIR agar lebih ketat dan tidak bisa dimanipulasi," tambah Adi.

Ditambahkan, pihaknya juga akan memperbanyak pos pemeriksaan teknis kendaraan di sepanjang jalan utama. "Kami akan menempatkan tim teknis di beberapa titik rawan kecelakaan untuk melakukan pemeriksaan mendadak terhadap kendaraan berat," ujarnya.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menanggapi insiden ini dengan serius. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memerintahkan Dishub Provinsi Jawa Barat untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh kendaraan berat yang beroperasi di wilayahnya.

Insiden truk molen di Bekasi ini kembali menggugah perhatian akan pentingnya keselamatan lalu lintas. Dengan banyaknya kendaraan berat yang tidak memenuhi standar keselamatan, potensi kecelakaan di jalanan Indonesia tetap menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter