02, 2026
Nasional

Trump Bilang Flavio Bolsonaro Bisa Tinggal di AS Selama yang Dia Mau

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/27/6ae042e930929-flavio-bolsonaro_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Trump Klaim Flavio Bolsonaro Dapat Tinggal di AS Selama Ingin

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa putra sulung Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro, dapat tinggal di Amerika Serikat selama yang diinginkan. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara eksklusif yang menimbulkan berbagai reaksi di kalangan politisi dan masyarakat di kedua negara.

Trump, yang saat ini sedang berkampanye untuk pemilihan presiden AS 2024, menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan keluarga Bolsonaro memungkinkan fleksibilitas seperti itu. "Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Bolsonaro dan keluarganya. Jika Flavio ingin tinggal di AS, itu bukan masalah bagiku. Ia bisa tinggal selama yang diinginkannya," ujar Trump.

Isu Pengungsian Politik

Pernyataan Trump muncul dalam konteks ketegangan politik di Brasil setelah kekalahan Jair Bolsonaro dalam pemilihan presiden 2022. Keluarga Bolsonaro, termasuk Flavio, telah dikabarkan mempertimbangkan untuk meninggalkan Brasil sejak saat itu. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Flavio Bolsonaro telah mengajukan permohonan suaka politik di AS, meskipun hal ini tidak pernah secara resmi dikonfirmasi oleh pihak berwenang Amerika.

Flavio Bolsonaro, yang saat ini menjabat sebagai Senator Brasil, menjadi sorotan karena terlibat dalam beberapa kontroversi, termasuk investigasi tentang dana kampanyenya. Pihak kejaksaan Brasil telah memulai penyelidikan terhadap Flavio dalam kasus yang melibatkan dugaan penggelapan dan pencucian uang.

Reaksi dari Pihak Brasil

Pernyataan Trump langsung memicu berbagai reaksi di Brasil. Pemerintah Brasil yang dipimpin oleh Presiden Luiz Inácio Lula da Silva belum secara respon menanggapi pernyataan tersebut. Namun, beberapa politisi oposisi telah mengkritik keras sikap Trump.

Senator Brasil Randolfe Rodrigues, seorang kritik vokal dari pemerintahan Bolsonaro, menyatakan bahwa pernyataan Trump dapat dianggap sebagai intervensi dalam urusan internal Brasil. "Ini adalah hal yang tidak dapat diterima. Setiap negara berhak mengatur imigrasi dan status hukum warga negara asing sesuai dengan hukum internasional," kata Rodrigues.

Di sisi lain, pendukung Bolsonaro melihat pernyataan Trump sebagai dukungan politik bagi mantan presiden mereka. Mereka berargumen bahwa keluarga Bolsonaro sedang menjadi target "persekusi politik" dari pemerintahan Lula.

Potensi Dampak Hubungan Diplomatik

Para analis politik mengkhawatirkan bahwa pernyataan Trump dapat menimbulkan ketegangan lebih lanjut dalam hubungan diplomatik antara AS dan Brasil. Kedua negara saat ini tengah membangun kembali hubungan setelah masa pemerintahan Bolsonaro yang cenderung pro-AS.

"Kami melihat pernyataan ini sebagai upaya Trump untuk menarik perhatian konstituen politiknya di AS, terutama mereka yang memiliki simpati terhadap pemerintahan Bolsonaro," kata seorang profesor hubungan internasional dari Universitas São Paulo.

Sementara itu, pihah Kedutaan Besar AS di Brasilia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai isu tersebut. Namun, sumber di dalam pemerintahan AS yang memilih untuk tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa setiap permohonan imigrasi akan ditangani sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, tanpa mempertimbangkan latar belakang politik atau hubungan pribadi.

Tanggapan Flavio Bolsonaro

Flavio Bolsonaro sendiri belum secara langsang menanggapi pernyataan Trump. Namun, melalui akun media sosialnya, ia menegaskan bahwa ia masih fokus pada tugasnya sebagai Senator Brasil dan akan melanjutkan perjuangan politiknya di negara asalnya.

"Saya adalah warga negara Brasil dan akan terus berjuang untuk Brasil di dalam negeri," tulis Flavio dalam unggahan terbarunya.

Kontroversi ini terjadi pada saat ketegangan politik di Brasil masih tinggi, dengan banyaknya pendukung mantan presiden Bolsonaro menolak hasil pemilu dan terus melakukan protes di beberapa kota besar. Situasi ini membuat isu imigrasi anggota keluarga mantan presiden menjadi sem sensitif di mata publik.

Implikasi Hukum dan Diplomatik

Dari perspektif hukum, para ahli imigrasi menyatakan bahwa meskipun Trump memiliki pengaruh politik, ia tidak dapat secara sepihak menentukan status imigrasi seseorang tanpa melalui prosedur yang telah ditetapkan. "Presiden memiliki kewenisan terbatas dalam hal imigrasi. Semua permohonan harus melalui prosedur yang ditetapkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri dan yustisim," kata seorang pengacara imigrasi dari Washington DC.

Dari sisi diplomatik, pernyataan Trump dapat dianggap sebagai langka yang tidak lazim dalam hubungan bilateral antara dua negara sekutu tradisional. Biasanya, isu semacam ini akan ditangani melalui saluran diplomatik formal, bukan melalui pernyataan publik di media.

Saat ini, AS dan Brasil tengah berupaya memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk perdagangan, energi, dan pertahanan. Kontroversi yang muncul akibat pernyataan Trump dapat menjadi hambatan dalam upaya normalisasi hubungan antara kedua negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter