03, 2026
Nasional

Viral Porter Liar Paksa dan Maki Penumpang di Bandara Lombok

Viral, penumpang mengeluhkan porter liar di Bandara BIZAM Lombok yang memaksa bayar. Pengelola bandara melakukan tindakan tegas terhadap porter liar itu.]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Viral Porter Liar Paksa dan Maki Penumpang di Bandara Lombok

Porter Bandara Lombok Ditangkap Usai Viral Paksa dan Maki Penumpang

Seorang petugas kebersihan (porter) di Bandara Internasional Lombok (BIL) ditangkap oleh aparat kepolisian usai video aksinya memakai dan memaksa penumpang viral di media sosial. Kejadian yang memicu kemaruan masyarakat ini terjadi pada Rabu (15/3) lalu dan baru berhasil ditangkap pada Jumat (17/3) oleh Satuan Reskrim Polresta Mataram.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berbadan besar dengan jas biru seragam porter BIL mengancam seorang penumpang perempuan dengan kata-kata kasar. Porter yang diketahui bernama Hidayat (45) itu terlihat memaksa penumpang untuk membayar biaya jasanya meskipun penumpang tersebut menolak.

Akibat aksinya tersebut, Hidayat diduga melanggar Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan ringan dan Pasal 336 KUHP tentang ancaman. Kepala Satuan Reskrim Polresta Mataram Kompol I Made Suardana mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan segera melakukan penyelidikan.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula ketika korban, seperempuan asal Jakarta bernina Rina (32), tiba di Bandara Lombok untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumba. Rina yang baru saja turun dari pesawat ini langsung didekati oleh Hidayat yang menawarkan bantuan membawa barang bawaannya.

"Saya awalnya menolak karena bisa membawa sendiri barang bawaan, tapi pak Hidayat tetap mengikuti dan memaksa jasanya," kata Rina dalam keterangannya kepada polisi.

Rina kemudian setuju dengan tarif Rp20.000 untuk membawa dua tasnya. Namun, sesampai di loket check-in, Hidayat menuntong tambahan biaya sebesar Rp10.000 dengan alasan membawa tas ke loket check-in termasuk layanan ekstra.

Ketika Rinal menolak membayar biaya tambahan itu, Hidayat langsung marah dan memakai penumpang tersebut. "Dia mengatakan saya sok kaya dan tidak menghargai pekerjaannya. Bahkan ada ancaman akan merusak barang bawaan saya," ujar Rina yang terlihat menangis dalam video yang beredar.

Video yang menunjukkan aksi Hidayat itu merekam adegan di mana porter tersebut mengancam Rina dengan suara keras sambil menunjuk-nunjuk. Beberapa penumpang lain yang melihat kejadian ini sempat mencoba membantu Rina namun Hidayat tetap tidak mengendahkan.

Respon Pihak Bandara

Kasat Binwas PP Bandara Lombok, Dwi Wahyudi, mengaku sudah menerima laporan mengenai insiden tersebut. Pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku.

"Kami sudah memerintahkan satuan pengamanan untuk menangkap pelaku dan menghentikan kerja sementara selama penyelidikan berlangsung," jelas Dwi.

Dwi menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal terkait prosedur pelayanan di bandara. "Kami akan memastikan bahwa semua petugas, termasuk porter, menjalankan tugas dengan profesional dan tidak memaksa penumpang," ujarnya.

Tanggapan Kepolisian

Setelah video tersebut viral, aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku. Hidayat berhasil ditangkap pada Jumat sore (17/3) di kediamannya di Desa Aikmel, Lombok Timur.

Polisi juga menyita barang bukti berupa jaket biru seragam porter yang dikenakan pelaku saat kejadian. Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa ponsel yang digunakan untuk merekam video kejadian tersebut.

"Kami akan memproses perkara ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami juga akan meminta keterangan saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut," tambah Kompol I Made.

Kampanye Anti Pungli

Insiden ini kembali menyoroti masalah pungli (pungutan liar) yang sering terjadi di berbagai fasilitas umum, termasuk bandara. Kepala Dinas Perhubungan NTB, H.M. Yusuf, mengaku akan meningkatkan pengawasan terhadap layanan di bandara.

"Kami akan bekerja sama dengan pihak bandara dan kepolisian untuk memberikan edukasi kepada seluruh petugas agar tidak memungut biaya diluar ketentuan," ujarnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya praktik pungli di bandara. "Kami siap menerima setiap laporan dan akan segera ditindaklanjuti," tambah Yusuf.

Sementara itu, Rina sebagai korban mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. "Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi kepada penumpang lain," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter