Kantor Imigrasi Belawan Raih Dua Penghargaan Prestisius dalam Bimtek Pimpasa 2026
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Belawan berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam kegiatan Bimtek Pimpasa (Peningkatan Kapasitas dan Kinerja Sumber Daya Aparatur) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi dan inovasi yang ditunjukkan oleh kantor imigrasi dalam meningkatkan pelayanan publik dan transformasi digital.
Penghargaan yang Diraih
Kantor Imigrasi Belawan berhasil menyabet penghargaan kategori "Inovasi Layanan Publik Terbaik" dan "Implementasi Transformasi Digital Tercepat". Dua penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kantor dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.
Penghargaan "Inovasi Layanan Publik Terbaik" diberikan atas inisiatif layanan "Imigrasi Siaga" yang dirancang khusus untuk menangani kebutuhan imigrasi yang mendesak, seperti perpanjangan paspor dalam kondisi darurat atau keperluan visa yang membutuhkan penanganan cepat. Layanan ini telah berhasil mengurangi waktu tunggu hingga 70% dibandingkan prosedur standar.
Sementara itu, penghargaan "Implementasi Transformasi Digital Tercepat" diperoleh karena berhasil dengan cepat mengimplementasikan sistem pendaftaran online untuk berbagai layanan imigrasi. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk mengajukan permohonan, mengunggah dokumen, dan membayar biaya secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.
Respon dari Pihak Terkait
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Belawan, Heru Prasetyo, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pegawai dan dukungan dari berbagai pihak. "Kami melihat bahwa transformasi digital dan inovasi layanan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat akan pelayanan cepat, transparan, dan mudah diakses," ujar Heru.
Heru menjelaskan bahwa implementasi layanan digital telah mengurangi antrian di kantor hingga 50%, terutama untuk layanan yang dapat dilakukan secara online. "Dengan sistem yang kami kembangkan, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor hanya untuk mengambil nomor antrian atau mengurus dokumen standar. Mereka dapat memanfaatkan layanan kapan saja dan di mana saja," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Direktorat Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, mengapresiasi pencapaian Kantor Imigrasi Belawan. "Belawan menjadi contoh bagi kantor imigrasi lain di Indonesia dalam hal adaptasi terhadap teknologi dan inovasi layanan. Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan komitmen, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik secara signifikan," kata Silmy.
Transformasi yang Dilakukan
Kantor Imigrasi Belawan telah melakukan berbagai transformasi sejak tahun 2023 untuk meningkatkan kualitas layanan. Salah satu langkah penting adalah pengembangan aplikasi mobile "Imigrasi Belawan Digital" yang memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai layanan imigrasi melalui smartphone. Aplikasi ini dilengkapi fitur chatbot untuk menjawab pertanyaan umum dan panduan pengisian formulir.
Selain itu, kantor juga meningkatkan infrastruktur teknologi dengan menambah jumlah komputer publik, memperluas jaringan Wi-Fi, dan mengadopsi sistem keamanan digital canggih untuk melindungi data pribadi pengguna. Kantor juga melatih pegawai untuk mengoperasikan sistem digital dan memberikan layanan yang ramah teknologi.
Dalam rangka meningkatkan akses layanan, Kantor Imigrasi Belawan juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga swasta untuk menyediukan titik layanan imigrasi di berlokasi strategis seperti pusat perbelanjaan besar dan kantor pemerintahan kecamatan. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil, mengakses layanan imigrasi.
Target Masa Depan
Setelah meraih penghargaan ini, Kantor Imigrasi Belawan berencana untuk terus meningkatkan layanan dengan mengembangkan fitur-fitur baru dalam aplikasi digital dan memperluas jaringan kerja sama dengan pihak eksternal. Target utama adalah mencapai 80% layanan imigrasi dapat diakses secara digital pada akhir tahun 2026.
Heru Prasetyo menambahkan bahwa kantor juga akan fokus pada peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan berkala, terutama dalam hal teknologi digital dan pelayanan pelanggan. "Kami percaya bahwa sumber daya manusia adalah kunci utama dalam mencapai visi transformasi digital dan pelayanan prima," pungkasnya.
Komentar (0)