Warga Serang Ditemukan Tewas Setelah Jatuh ke Sumur
Warga Serang, Banten, ditemukan tewas setelah jatuh ke dalam sumur di rumahnya sendiri. Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu (15/3) siang saat korban bernama Ahmad (45) sedang membersihkan sumur yang berada di halaman belakang rumahnya.
Kepala Polsek Serang Kota, Kompol Budi Santoso, mengatakan korban sempat hilang kontak dengan keluarganya sekitar pukul 12.00 WIB. "Keluarga korban khawatir karena korban sudah beberapa jam tidak keluar dari rumah. Mereka kemudian mencari dan menemukan korban sudah tidak bernyawa di dalam sumur," ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (16/3).
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata, korban sedang membersihkan sumur yang sudah lama tidak digunakan. Korban diduga terpeleset saat berada di dekat bibir sumur dan jatuh ke dalamnya. "Sumur tersebut sedang dalam proses pembersihan. Korban mungkin terpeleset karena kondisi bibir sumur yang licin akibat digunakan untuk membersihkannya," jelas Budi.
Ketika keluarga memanggil korban dan tidak mendapatkan respon, mereka pun mencari ke seluruh sudut rumah. Setelah beberapa menit pencarian, mereka mendapati sepatu korban tergeletak di dekat sumur. Menduga sesuatu yang tidak diinginkan, mereka segera memeriksa ke dalam sumur dan menemukan korban sudah mengapung di dalam air.
Keluarga korban pun segera melapor ke pihak kepolisian dan membawa korban ke rumah sakit. Sayangnya, upaya pertolongan pertama tidak membantu dan korban dinyatakan tewas pada tiba di rumah sakit.
Penyelidikan Polisi
Tim penyidik Polsek Serang Kota langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepatu korban dan alat pembersih sumur yang digunakan korban.
Polisi juga telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi, termasuk istri dan anak-anak korban. Mereka menggambarkan korban sebagai seorang ayah yang sangat peduli pada keluarganya dan sedang melakukan renovasi rumah.
Kondisi Sumur
Sumur tempat korban tewas berlokasi di halaman belakang rumah korban. Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 5 meter dengan diameter kurang lebih 1 meter. Sumur tersebut sudah lama tidak digunakan dan baru dibersihkan oleh korban pada hari kejadian.
Respon Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Serang, Eko Prihanto, mengaku prihatin dengan kejadian ini. Pihaknya akan memeriksa kondisi sumur-sumur di wilayahnya yang terancam bahaya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah sedang mempersiapkan program untuk memastikan semua sumur di wilayahnya dilengkapi dengan penutup yang aman dan sesuai standar.
Dampak Psikologis Keluarga
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Istri korban, Siti (40), mengaku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa suaminya telah meninggal secara tragis.
Anak sulung korban, Rudi (18), mengaku kejadian ini sangat mengejutkan. Ayahnya adalah segalanya bagi keluarga mereka. "Saya bingung bagaimana caranya menggantikan peran ayah. Dia adalah tulang punggung kami," ucap Rudi dengan penuh haru.
Imbauan Keselamatan
Polisi mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat membersihkan sumur atau area yang berisiko tinggi. Selain itu, disarankan untuk selalu melakukan pengecekan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di area tersebut.
Polisi juga mengimbau agar sumur-sumur di wilah permukiman warga dilengkapi dengan penutup yang aman atau ditutup jika tidak lagi digunakan, guna menghindari korban jiwa di kemudian hari.
Komentar (0)