04, 2026
Nasional

Yusril Tegaskan Dugaan Penyadapan Prabowo Tak Terkait Makar

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Yusril Ihza Mahendra Menegaskan Dugaan Penyadapan Prabowo Subianto Tidak Terkait Kasus Makar

Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa dugaan penyadapan terhadap Prabowo Subianto tidak memiliki kaitan dengan kasus makar. Pernyataan ini disampaikan Yusril dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (15/11). Menurutnya, dugaan penyadapan yang menjerat Prabowo merupakan isu terpisah yang perlu diteliti secara independen oleh pihak berwenang.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa dugaan penyadapan terhadap Prabowo Subianto ini tidak ada hubungannya dengan kasus makar yang sedang ditangani oleh pengadilan. Keduanya adalah dua hal yang berbeda dan harus diperlakukan secara terpisah," ujar Yusril.

Kronologi Dugaan Penyadapan

Yusril menjelaskan bahwa dugaan penyadapan terhadap Prabowo telah beredar sejak beberapa bulan terakhir. Informasi tersebut muncul setelah sejumlah pihak menemukan alat penyadap di beberapa lokasi yang sering dikunjungi Prabowo. "Kami mendapatkan informasi bahwa ada alat penyadap yang ditempatkan di beberapa lokasi. Ini tentu menjadi kekhawatiran serius bagi privasi dan keamanan seorang calon presiden," ujar Yusril.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung adanya penyadapan tersebut. "Kami telah memiliki bukti bahwa ada upaya penyadapan terhadap Pak Prabowo. Bukti ini kami dapatkan dari sumber-sumber yang terpercaya dan telah diverifikasi," katanya.

Kasus Makar Terpisah

Menanggapi kasus makar yang sedang menjerat Prabowo, Yusril menegaskan bahwa kedua isu ini tidak boleh disatukan. Ia menyatakan bahwa kasus makar merupakan masalah hukum yang sedang ditangani oleh pengadilan, sementara dugaan penyadapan adalah isu terpisah yang berkaitan dengan keamanan dan privasi.

"Kasus makar adalah urusan hukum yang sedang berjalan di pengadilan. Kami akan menghormati proses hukum yang berjalan. Namun, dugaan penyadapan ini adalah masalah yang berbeda dan perlu ditangani secara terpisah. Kedua isu ini tidak boleh disatukan karena tidak ada kaitan logis di antara keduanya," jelasnya.

Langkah Hukum yang Akan Diambil

Yusril menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum terkait dugaan penyadapan tersebut. Ia mengaku akan melapor kepada pihak berwenang untuk menyelidiki dugaan penyadapan yang menjerat Prabowo. "Kami akan melapor kepada pihak berwenang, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) dan Komisi Informasi (KI), untuk menyelidiki dugaan penyadapan ini," ujarnya.

Ia juga mengancam akan menggugat jika ternyata benar adanya penyadapan terhadap Prabowo. "Jika ternyata benar ada penyadapan, maka kami akan mengambil langkah hukum yang lebih serius. Ini adalah pelanggaran terhadap privasi dan keamanan seseorang, terutama bagi seorang calon presiden," tegas Yusril.

Reaksi Publik

Pernyataan Yusril ini mendapat beragam reaksi dari publik. Sejumlah pihak mendukung langkah yang diambil oleh Yusril untuk mengklarifikasi dugaan penyadapan tersebut. Mereka menganggap bahwa isu penyadapat perlu diteliti secara objektif.

"Saya mendukung langkah Yusril untuk mengklarifikasi dugaan penyadapan. Ini penting untuk menjaga privasi dan keamanan seorang calon presiden," kata Ahmad, warga Jakarta yang ditemui di lokasi.

Di sisi lain, ada pihak yang skeptis dengan pernyataan Yusril. Mereka beranggapan bahwa dugaan penyadapan ini mungkin merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian dari kasus makar yang sedang menjerat Prabowo. "Saya ragu dengan dugaan penyadapan ini. Ini mungkin hanya upaya untuk mengalihkan isu dari kasus makar," ujar Budi, aktivis yang memantau perkembangan kasus ini.

Tanggapan Partai Gerindra

Partai Gerindra sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan penyadapan tersebut. Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, partai akan mendukung langkah hukum yang diambil oleh Yusril. "Kami mendukung sepenuhnya langkah yang diambil oleh Yusril untuk mengklarifikasi dugaan penyadapan ini. Privasi dan keamanan seorang calon presiden harus dijaga," kata Ahmad.

Ia menambahkan bahwa Partai Gerindra akan terus memantau perkembangan kasus ini. "Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap mengambil langkah-langkah lebih lanjut jika diperlukan," ujarnya.

Kesimpulan

Dengan demikian, Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa dugaan penyadapan terhadap Prabowo Subianto tidak memiliki kaitan dengan kasus makar. Pihaknya berencana mengambil langkah hukum terkait dugaan penyadapan tersebut dan meminta pihak berwenang untuk menyelidikinya secara objektif. Reaksi publik terhadap pernyataan ini beragam, mulai dari dukungan hingga skeptis. Partai Gerindra sendiri mendukung langkah yang diambil oleh Yusril dan akan terus memantau perkembangan kasus ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter