03, 2026
Nasional

57 Juta Warga RI Belum Online, Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Indonesia punya jumlah pengguna terbesar di dunia. Namun, 57 juta masih offline, menjadikannya salah satu negara dengan populasi terbesar yang belum terhubung.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

57 Juta Warga RI Belum Online, Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

57 Juta Warga Indonesia Masih Belum Terkoneksi Internet

Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam penyediaan akses internet bagi seluruh lapisan masyarakat. Data terbaru menunjukkan sekitar 57 juta penduduk Indonesia belum terhubung dengan dunia maya, posisi yang menjadikan negara kita masuk dalam 10 besar negara dengan jumlah penduduk belum terkoneksi internet terbanyak di dunia.

Kondisi ini menjadi gambaran jelas bahwa meskipun perkembangan teknologi informasi di Indonesia pesat, masih ada celah digital yang cukup luas yang perlu ditutup. Angka 57 juta ini mencakup berbagai kelompok, mulai dari wilayah terpencil, masyarakat berpenghasilan rendah, hingga kelompok lanjut usia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.

Isu Digital Divide Semakin Kritis

Isu digital divide atau kesenjangan digital kini semakin kritis seiring dengan berbagai layanan yang beralih ke platform digital. Akses internet tidak lagi menjadi kebutuhan sekunder, melainkan telah menjadi kebutuhan primer untuk mendapatkan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan elektronik.

Menurut data dari Komisi Informasi dan Komunikasi Indonesia (Kominfo), meskipun tingkat penetrasi internet di Indonesia telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ini tidak merata di seluruh wilayah. Beberapa provinsi seperti Papua, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur masih memiliki tingkat penetrasi internet yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatra.

Ketimpangan ini semakin diperparah dengan faktor ekonomi. Bagian masyarakat yang berpenghasilan rendah seringkali tidak mampu membeli perangkat keras atau membiayakan langganan internet yang relatif mahal bagi mereka. Situasi ini berpotensi menambah beban kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Dampak pada Perekonomian dan Pendidikan

Kehadiran 57 juta penduduk yang belum terkoneksi internet memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Potensi e-commerce, ekonomi digital, dan peluang usaha online tidak dapat sepenuhnya terwujud jika sebagian besar populasi masih terisolasi dari dunia digital.

Dalam sektor pendidikan, pandemi COVID-19 telah menyorot betapa kritisnya akses internet bagi proses belajar mengajar. Banyak siswa di daerah terpencil yang kesulitan mengakses pembelajaran daring karena keterbatasan infrastruktur dan biaya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kesenjangan kualitas pendidikan antara siswa di kota dan pedesaan.

Pemerintah telah mencoba mengatasi masalah ini melalui berbagai program seperti Palapa Ring dan akses internet murah. Namun, implementasi di lapangan masih banyak menghadapi tantangan, mulai dari masalah infrastruktur hingga kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital.

Upaya Mempercepat Penyediaan Akses Internet

Untuk mempercepat penyebaran akses internet, pemerintah telah menggandeng sektor swasta melalui program program seperti Penyelenggaraan Jaringan dan/ataau atau Sarana Komunikasi Elektronik. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas cakupan jaringan ke daerah-daerah yang belum terlayani.

Salah satu inisiatif yang sedang digalakan adalah program Indonesia Cepat Digital yang bertujuan meningkatkan literasi digital dan akses internet di seluruh pelosok negeri. Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada edukasi masyarakat tentang cara menggunakan internet secara aman dan produktif.

Di sisi lain, industri telekomunikasi juga berperan aktif dalam memperluas jangkauan layanan. Beberapa operator telekomunikasi telah meluncurkan paket internet dengan harga terjangkau dan program bantuan untuk masyarakat kurang mampu. Namun, upaya ini masih dianggap belum cukup untuk menjangkau seluruh 57 juta penduduk yang belum terkoneksi.

Tantangan di Masa Depan

Mengatasi isu 57 juta penduduk yang belum terkoneksi internet bukanlah tugas yang mudah. Beberapa tantangan utama yang dihadapi meliputi masalah geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, kondisi infrastruktur yang belum memadai di daerah terpencil, serta masiki ekonomi dan literasi digital.

Untuk mencapai target inklusi digital yang lebih baik, diperlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur, sektor swasta perlu memberikan solusi inovatif dengan harga terjangkau, dan masyarakat perlu diberdayakan untuk meningkatkan literasi digital.

Dengan memperhatikan pentingnya akses internet dalam era digital saat ini, upaya untuk menurunkan angka 57 juta ini perlu menjadi prioritas nasional. Hanya dengan akses internet yang merata, Indonesia dapat benar-benar memanfaatkan potensi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter