26, 2026
Teknologi

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

OJK mengungkapkan kondisi pasar modal Indonesia yang bergejolak akibat sentimen MSCI. Meskipun demikian, fundamental emiten tetap kuat.]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mampu bertahan di tengah tekanan pasar global yang disebabkan oleh penurunan status indeks MSCI Indonesia dari pasar naik (emerging market) menjadi pasar berkembang (frontier market). Meski menghadapi tantangan ini, sebagian besar perusahaan yang terdaftar di BEI berhasil mencatatkan kinerja positif dengan 74% di antaranya mencetak laba.

Kinerja Positif Emiten Meski Ditekan Kondisi Global

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa sekitar 74% dari total perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berhasil mencetak laba pada kuartal pertama tahun 2023. Angka ini menunjukkan ketahanan sektor bisnis domestik di tengah tekanan ekonomi global yang semakin meningkat.

Ketua OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan bahwa kinerja positif ini merupakan bukti dari fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Meski pasar global mengalami volatilitas akibat penurunan status MSCI Indonesia, sektor riil di dalam negeri mampu tumbuh dengan stabil dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

"Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik. Meski ada penyesuaian indeks MSCI, fundamental perusahaan-perusahaan di sini tetap sehat. Itu yang membuat kita optimistis," ujar Mahendra dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual.

Dampak Penurunan Status MSCI Indonesia

Pada awal Mei 2023, MSCI Inc. mengumumkan penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori emerging market ke frontier market. Keputusan ini diambil setelah pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan larangan ekspor produk mineral mentah tanpa pengolahan lebih lanjut (raw material export ban) yang dianggap dapat mempengaruhi kelancaran arus modal.

Penurunan status ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan pengolahan dalam negeri (domestic processing requirement) terhadap produk mineral mentah sebelum diekspor. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada ekspor produk mentah.

Meski demikian, pemerintah dan OJK menegaskan bahwa kebijakan ini justru akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian Indonesia. Dengan pengolahan dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat menjadi produsen dengan nilai tambah tinggi dan tidak lagi hanya sebagai penyedia bahan mentah.

Reaksi Pasar dan Tindakan OJK

Setelah pengumuman MSCI, IHSG sempat mengalami penurunan namun kemudian pulih dengan cepat. Pasar menunjukkan respons yang relatif tenang karena para investor sudah memprediksi kemungkinan penurunan status ini sebelumnya.

OJK bersama BEI telah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan likuiditas dan stabilitas pasar tetap terjaga. Beberapa di antaranya adalah melalui program buyback saham oleh perusahaan dan koordinasi dengan para market maker untuk menjaga kelancaran transaksi.

"Kami sudah melakukan berbagai langkah preventif. Pasar juga sudah menyesuaikan diri dengan kondisi baru ini. Yang penting kita fokus pada fundamental perusahaan dan jangka panjang," jelas Mahendra.

Prospek Jangka Panjang

Meski menghadapi tantangan di kuartal kedua tahun 2023, sektor perbankan dan infrastruktur diprediksi akan menjadi motor utama pertumbuhan IHSG. Sektor perbankan diharapkan akan mendapat dukungan dari peningkatan aktivitas ekonomi pasca-pandemi, sementara sektor infrastruktur akan terus mendapat dukungan dari program pembangunan pemerintah.

Sementara itu, pemerintah juga sedang menyiapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan daya saing investasi di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah percepatan deregulasi, peningkatan kemudahan berusaha, dan peningkatan infrastruktur digital.

Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat dan dukungan dari berbagai kebijakan pemerintah, OJK optimistis bahwa Bursa Efek Indonesia akan tetap menjadi salah satu pasar modal yang paling menarik di kawasan Asia Tenggara. Meski ada penyesuaian indeks MSCI, prospek jangka panjang pasar saham Indonesia tetap cerah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter