03, 2026
Nasional

ASN di Papua Ditikam KKB dari Belakang, Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/11/20/5fb7ee81d6206-anggota-kkb-papua_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

ASN di Papua Ditusuk KKB dari Belakang, Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Papua menjadi korban serangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu (15/11/2023). Korban, yang berinisial YR (45), ditemukan dalam kondisi luka parah dengan pisau berukuran sekitar 40 centimeter masih tertancap di bagian lehernya. Kejadian tragis ini terjadi di wilayah pegunungan Kabupaten Nduga, Papua.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri mengkonfirmasi adanya insiden tersebut. Menurutnya, korban yang bertugas sebagai ASN di salah satu dinas setempat menjadi sasaran serangan saat dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya. "Korban diserang dari belakang oleh anggota KKB yang tidak dikenal. Pisau tersebut masih tertancap di leher korban saat ditemukan warga setempat," ujar Mathius dalam konferensi pers singkat.

Kronologi Kejadian dan Penanganan

Insiden ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIT di sekitar Jalan Trans Papua, tepatnya di wilayah pegunungan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Wamena. Korban yang sedang menggunakan sepeda motor diserang oleh sejumlah pria tak dikenal yang mengenakan atribut seragam hitam.

Saksi mata, sependuduk setempat, mengatakan bahwa korban sempat berteriak minta tolong sebelum akhirnya jatuh dan tersungkur di jalan. "Kita mendengar teriakan korban dan saat mendekati, kami melihat sejumlah orang melarikan dira ke arah hutan. Korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan pisau masih menancap di lehernya," ujarnya.

Tim medis dari Puskesmas setempat yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi korban ke rumah sakit. Sayangnya, usahanya untuk menyelamatkan nyawa korban tidak membuahkan hasil. "Kita sudah berusaha sekuat tenaga, namun luka yang dialami korban terlalu parah dan pisau yang masuk dalam posisi vital membuat sulit untuk dilakukan penanganan darurat," kata seorang tenaga medis yang enggan menyebutkan namanya.

Motif Serangan dan Respons Pemerintah

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pasti serangan tersebut. Meskipun belum ada klaim resmi dari pihak KKB, polisi menduga serangan ini terkait dengan aksi-aksi kekerasan yang sering terjadi di wilayah tersebut. "Kita menduga ini adalah aksi teror yang dilakukan oleh kelompok separatis yang masih aktif di wilayah Nduga," ujar Mathius.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengecam keras serangan terhadap ASN ini. Menurutnya, kekerasan di Papua harus segera dihentikan. "ASN adalah pelayan publik yang harus dilindungi. Serangan seperti ini tidak bisa ditoleransi dan akan kita tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas Lukas dalam keterangannya.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah memerintahkan penguatan keamanan di seluruh wilayah Papua terutama bagi para ASN yang bertugas di daerah terpencil. "Kita akan lakukan evaluasi kembali sistem keamanan untuk ASN di Papua dan akan memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang maksimal," ujar Deputi Tata Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri, Achmad Yurianto.

Dampak Keamanan dan Sosial

Insiden ini kembali menunjukkan tingkat keamanan di Provinsi Papua yang masih rawan. Banyak ASN yang mengaku khawatir dengan keselamatan mereka saat bertugas di daerah tersebut. Beberapa bahkan meminta untuk dipindahkan dari wilayah yang dianggap berisiko tinggi.

Sementara itu, serangan ini juga menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat sipil di wilayah Nduga. Banyak warga yang mengaku takut melanjutkan aktivitas sehari-hari terutama saat berada di area terp atau di sepanjang jalan yang sering dilalui oleh ASN.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan aparat keamanan lain untuk mencegah penyebaran ideologi separatis di Papua. "Kita akan terus melakukan pendekatan persuasif dan preventif untuk menekan aktivitas KKB di Papua," ujar Boy.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku serangan dan telah mengamankan beberapa barang bukti di lokasi kejadian. Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada namun tidak terpancing oleh aksi-aksi kekerasan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter