Alonso Dikritik Usai Gol Bunuh Diri di Laga Chelsea vs Tottenham
Chelsea mengalami kekalahan telak 4-1 dari Tottenham Hotspur dalam laga lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Sabtu (23/9/2023). Kekalahan ini menjadi kekalahan kandang terberat bagi The Blues di bawah asuhan manajer Mauricio Pochettino. Salah satu momen krusial dalam laga itu adalah gol bunuh diri yang dicetak oleh bek sayap Marc Cucurella, yang disuguhi assist oleh rekan setimnya, Marc Alonso.
Performa Mengecewakan Chelsea di Kandang
Sebelum laga melawan Tottenham, Chelsea sedang dalam performa yang tidak konsisten. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Kondisi ini membuat laga melawan Tottenham, rival sekota, menjadi sangat penting bagi Pochettino dan anak-anak asuhnya untuk bangkit kembali.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. The Blues tampil sangat buruk di laga kandangnya. Mereka kebobolan lebih dulu pada menit ke-28 melalui gol Pedro Porro setelah menerima umpan silang dari Dejan Kulusevski. Gol ini menjadi pukulan pertama bagi Chelsea yang kesulitan membangun serangan efektif.
Gol Bunuh Diri yang Mengubah Arah Laga
Keunggulan Tottenham bertambah dua menit jelang turun minum. Pada menit ke-44, gol bunuh diri dicetak oleh Marc Cucurella. Dari situasi serangan Spurs, Cucurella gagal menghalau bola yang disundul Richarlison dan akhirnya menghantam gawangnya sendiri. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi moral skuad Chelsea.
Bagaimana Alonso terlibat dalam gol ini menjadi poin krusial. Seperti yang diamati para analis, bek asal Spanyol itu membuat kesalahan fatal dalam posisi bertahan. Ia gagal memberikan tekanan pada pengumpan dari sayap kiri, yang kemudian menghasilkan umpan silang berbahaya bagi pertahanan Chelsea. Gol bunuh diri Cucurella ini tidak bisa dilepaskan dari kontribusi Alonso yang terlihat tidak fokus dalam pertahanan.
Tambah Buruk di Babak Kedua
Sesuai prediksi banyak pihak, kondisi Chelsea menjadi lebih buruk di babak kedua. Pada menit ke-52, Son Heung-min menambah keunggulan Spurs menjadi 3-0 setelah menerima umpan matang dari James Maddison. Gol ini menunjukkan ketidakkoordinisan bek-bek tengah Chelsea yang masih kesulitan mengantisipasi serangan dari lini depan Tottenham.
Pochettino mencoba mengganti strategi dengan memasukkan pemain seperti Enzo Fernandez dan Joao Felix untuk mencari gol balasan. Namun, upaya ini sia-sia karena Spurs berhasil mencetak gol keempat melalui Pierre-Emile Højbjerg pada menit ke-76. Meski berhasil mencetak satu gol melalui Raheem Sterling pada menit ke-90, kekalahan 4-1 tetap menjadi kenyataan yang memalukan bagi Chelsea.
Kritikan Terhadap Alonso
Setelah pertandingan, Marc Alonso menjadi sorotan karena performanya yang dianggap buruk, terutama terkait gol bunuh diri Cucurella. Banyak pengamat dan mantan pemain yang menilai bek 32 tahun ini membuat kesalahan fatal dalam posisinya.
Performa Alonso di musim ini memang menuai banyak kritik. Ia sering kali terlihat lambat dalam responsif terhadap serangan lawan dan kurang konsisten dalam pertahanan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan performanya di musim lalu ketika ia menjadi salah satu pemain kunci dalam skuad Thomas Tuchel.
Implikasi bagi Pochettino dan Chelsea
Kekalahan telak ini pastinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Mauricio Pochettino. Sebagai manajer baru di Stamford Bridge, ia masih mencoba menemukan formasi dan skuad terbaik untuk The Blues. Kekalahan dari rival sekota seperti Tottenham dengan skor telak pastinya akan menambah tekanan bagi mantan manajer Tottenham ini.
Secara statistik, ini adalah kekalahan kandang terburuk bagi Chelsea di bawah Pochettino. Selain itu, kekalahan ini juga membuat mereka semakin jauh dari zona Liga Champions di klasemen sementara Premier League. Dengan 15 poin dari 10 pertandingan, The Blues berada di posisi ke-11, jauh dari empat besar yang diincar.
Bagi Marc Alonso, performa buruknya dalam laga ini mungkin akan membuatnya kehilangan tempat di starting eleven. Pochettino memiliki beberapa opsi di posisi bek sayap, seperti Ben Chilwell atau Malo Gusto, yang mungkin akan dipertimbangkan untuk bermain di laga selanjutnya.
Dengan kekalahan ini, tantangan bagi semakin besar bagi Pochettino untuk membangun tim yang kompetitif di musim ini. Performa buruk di laga kandang melawan tim rival seperti Tottenham menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum The Blues bisa kembali bersaing di papan atas Premier League.
Komentar (0)