Dua Babak Berdiri Borneo FC di Markas PSIM, Mauro Jeronimo: Kami Harus Lebih Konsisten
Borneo FC menunjukkan permainan yang berbeda dalam laga tandang melawan PSIM Yogyakarta di pekan kesembilan Liga 2 2023. Tim asal Kalimantan itu sempat unggul di babak pertama, namun harus menyerah di babak kedua dengan skor akhir 2-3. Kekalahan ini membuat Borneo FC harus menerima hasil negatif untuk kali kedua berturut-turut dalam kompetisi.
Di babak pertama, Borneo FC tampil mendominasi pertandingan. Berkat gol cepat dari Osas Saha pada menit ke-11, tim asuhan Mauro Jeronimo itu unggul lebih dulu. Selama babak pertama, skuat Singa Tarakan berhasil mengendalikan jalannya pertandingan dengan baik. Mereka menunjukkan permainan yang terorganisir dan sering kali mengancam gawang PSIM melalui serangan cepat dari sayap.
Performa impresif di babak pertama ternyata tidak dapat dipertahankan Borneo FC di babak kedua. PSIM Yogyakarta yang sebelumnya terlihat kesulitan menembus pertahanan lawan, tampil lebih agresif setelah jeda. Perubahan formasi dan strategi PSIM terbukti efektif, sehingga mereka berhasil membalikkan keadaan menjadi unggul 3-2.
Penurunan Performa di Babak Kedua
Mauro Jeronimo mengakui ada penurunan performa timnya di babak kedua. Pelatih asal Brasil itu menilai timnya kehilangan fokus dan konsistensi setelah turun minum. "Di babak pertama kami bermain baik, tapi di babak kedua performa kami turun drastis. Kami kehilangan konsistensi dalam menjalankan instruksi," ujar Mauro usai pertandingan.
Menurutnya, penurunan performa ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah ketidakmampuan tim dalam mengendalikan emosi setelah mencetak gol di awal pertandingan. "Kita terlalu puas dengan unggul di babak pertama, padahal laga masih berlangsung 90 menit. Ini adalah pelajaran berharga untuk kami," tambahnya.
Dari sisi individu, Mauro juga menilis beberapa pemainnya kehilangan konsentrasi di babak kedua. Terutama dalam hal menjaga posisi dan menjalankan instruksi taktis yang diberikan sebelum pertandingan. "Beberapa pemain kehilangan fokus, ini tidak boleh terjadi lagi di pertandingan mendatang," tegasnya.
Kekalahan Beruntun Jadi Tanda Tanya
Kekalahan dari PSIM Yogyakarta ini menjadi kekalahan kedua Borneo FC secara beruntut setelah sebelumnya kalah dari Persikabo 1973. Dua kekalahan ini membuat posisi Borneo FC di klasemen sementara Liga 2 menjadi tidak stabil. Saat ini, tim Singa Tarakan menempati posisi delapan dengan raihan 14 poin dari delapan pertandingan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kemampuan tim dalam menjaga performa konsisten sepanjang pertandingan. Terlebih lagi, Borneo FC sebelumnya dianggap sebagai salah satu tim yang berpotensi besar untuk promosi ke Liga 1 mengingat kualitas pemain yang dimiliki.
"Kami harus evaluasi diri secara menyeluruh. Kekalahan beruntun ini tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kami perlu segera bangkit dan menunjukkan karakter yang sesungguhnya," ujar kapten tim Borneo FC, Fachruddin.
Langkah Mundur untuk Maju
Usai kekalahan dari PSIM, Mauro Jeronimo segera mengumpun timnya untuk evaluasi. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri. "Kami harus belajar dari kekalahan ini. Ini adalah bagian dari proses menuju yang lebih baik," ujar pelatih yang akrab disapa Mauro itu.
Beberapa perubahan strategis dan taktis diharapkan bisa dilakukan Borneo FC untuk membangun kembali performa tim. Selain itu, penyesuaian mentalitas pemain juga menjadi fokus utama dalam sesi latihan mendatang.
PSIM Yogyakarta sendiri meraih kemenangan yang berarti untuk memperkuat posisi mereka di klasemen. Dari sisi lain, Borneo FC harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing dalam perebutan tiket promosi Liga 1. Dua pertandingan tersisa sebelum jeda internasional akan menjadi momen krusial bagi tim Singa Tarakan untuk menunjukkan perbaikan.
Kekalahan dari PSIM Yogyakarta ini menjadi pelajaran berharga bagi Borneo FC. Sekarang, tim harus menunjukkan kemampuan untuk bangkit dan menunjukkan performa yang konsisten sepanjang pertandingan. Seperti yang diungkapkan Mauro Jeronimo, konsistensi adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan dalam kompetisi ini.
Komentar (0)