25, 2026
Nasional

Geng Motor Bikin Ricuh di Makassar, Warga Melawan Bakar Kendaraan

Warga Makassar bakar motor diduga milik geng motor setelah mereka menyerang permukiman. Polisi amankan lokasi kejadian dan situasi kini kondusif.]]>

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Geng Motor Bikin Ricuh di Makassar, Warga Melawan Bakar Kendaraan

Geng Motor Bikin Ricuh di Makassar, Warga Melawan Bakar Kendaraan

Kejadian ricuh yang melibatkan sekelompok geng motor dan warga terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden yang terjadi pada Rabu malam ini berujung pada pembakaran sejumlah kendaraan milik anggota geng tersebut setelah warga tidak tahan lagi dengan aksi anarkis yang sering dilakukan oleh kelompok tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Polresta) Makassar Kombes Pol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, keributan bermula saat sejumlah anggota geng motor melakukan aksi balapan liar dan gegabah di tengah keramaian warga. Menurutnya, para anggota geng tersebut sering mengganggu ketertiban umum di wilayah tersebut dengan melakukan aksi tidak terpuji.

"Kasus ini bermula dari laporan warga yang merasa terganggu dengan aksi balapan liar yang dilakukan oleh sekelompok geng motor. Tim patroli Polresta Makassar langsung turun ke lokasi untuk menangani," jelas Iqbal dalam keterangannya, Kamis (15/7/2023).

Saat tiba di lokasi, petugas kepolisian menemukan situasi yang sudah memanas. Warga setempat yang sudah lama merasa terganggu dengan kehadiran geng motor tersebut akhirnya melakukan penyerbukan terhadap para anggota geng. Konfrontasi antara warga dan geng motor semakin memanas hingga mengakibatkan keributan massal.

Kronologi lengkap kejadian

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, keributan bermula sekitar pukul 21.00 WITA saat sejumlah pemuda yang diduga anggota geng motor sedang melakukan balapan liar di Jalan Sultan Hasanuddin. Mereka mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan membuat gaduh hingga mengganggu aktivitas warga sekitar.

"Mereka sering lari-lari di jalan raya ini. Malam tadi lagi-lagi mereka balapan dengan kecepatan tinggi. Saking kencangnya, ada yang nyaris menabrak anak kecil sedang bermain di pinggir jalan," kata salah satu warga setempat, Ahmad (35).

Menurut Ahmad, warga sudah beberapa kali mengeluhkan hal ini kepada pihak kepolisian, namun aksi geng motor tersebut masih terus berulang. Akhirnya, malam itu warga tidak bisa menahan amarah dan memutuskan untuk menghentikan aksi geng motor tersebut secara langsung.

Ketika warga mendekati dan meminta para pemuda untuk berhenti, terjadi adu mulut yang berujung pada perkelahian. Beberapa anggota geng motor mencoba melarikan diri, namun warga mengejar dan mengepung mereka di sejumlah titik.

Situasi semakin tidak terkendali saat salah satu anggota geng motor nekat menyerang warga dengan senjata tajam. Hal ini memancing amarah warga yang akhirnya membakaran sejumlah kendaraan milik anggota geng motor yang berhasil ditangkap.

Tanggapan pihak kepolisian

Kepala Polresta Makassar Kombes Pol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim reinforcement untuk menenangkan situasi. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

Iqbal menjelaskan, pihaknya akan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam keributan tersebut, termasuk warga yang turun tangan secara spontan. "Meskipun ada provokasi dari pihak geng motor, kita tetap menegaskan bahwa penyelesaian masalah harus melalui jalur hukum," tegasnya.

Dampak kejadian

Insiden ini menyebabkan lalu lintas di Jalan Sultan Hasanuddin lumpuh selama beberapa jam. Beberapa toko di sekitar lokasi pun sempat menutup diri karena khawatir kejadian akan berlanjut hingga malam hari.

Ketua RT setempat, Muhammad Yusuf, mengaku prihatin dengan kejadian yang terjadi. Ia berharap pihak kepolisian dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah geng motor yang sudah menjadi masalah kronis di wilayahnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan mempercayai penegakan hukum kepada aparat kepolisian. "Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memprovokasi situasi lebih lanjut," ujar Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Muhammad Fachry.

Polresta Makassar mengaku masih melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini dan berjanji akan memberikan laporan lengkap kepada masyarakat setelah proses penyelidikan selesai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter