Hylo Open 2026: Raymond/Joaquin Lebih Jaga Ekspektasi
Raymond/Joaquin, pasangan ganda putra Indonesia yang sedang na daun, mengungkapkan sikap rendah hati menjelang penyelenggaraan turnamen bulu tangkis Hylo Open 2026. Mereka menekankan akan lebih mengendalikan ekspektasi diri meski menjadi salah satu unggulan utama dalam ajang bergengsi ini yang akan berlangsung di Jerman pada bulan Oktober mendatang.
Dalam konferensi pers persiapan sebelum bertolak ke Eropa, pasangan yang sempat menjadi sorotan di Kejuaraan Dunia bulan lalu ini menyatakan bahwa mereka akan fokus pada proses daripada hasil. "Kami tahu bahwa banyak orang yang menaruh harapan besar pada kami setelah penampilan kami di Kejuaraan Dunia. Namun, kami akan coba mengendalikan ekspektasi itu," ucap Raymond dalam konferensi pers yang digelar di Pelatnas PBSI, Jakarta, Rabu (25/9/2026).
Target Realistis
Pasangan yang baru terbentuk sekitar setahun ini menjelaskan bahwa mereka tidak membebani diri dengan target juara dalam turnamen BWF World Tour Super 1000 ini. "Turnamen seperti Hylo Open selalu sangat kompetitif. Banyak pemain top yang akan ikut. Kami hanya akan berusaha memberikan yang terbaik setiap kali turun lapangan," tambah Joaquin yang menepis anggapan bahwa mereka menjadi kuda hitam dalam turnamen ini.
Sejarah menunjukkan bahwa pemain Indonesia seringkali kesulitan di turnamen Eropa, terutama pada babak awal. Raymond/Joaquin mengakui tantangan ini dan mengaku telah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi kondisi yang berbeda dengan di Asia. "Kami telah mempelajari gaya permainan lawan-lawan yang akan kami hadapi. Kami juga berlatih lebih adaptif terhadap kondisi ruangan dan cuaca di Eropa," ucap Raymond.
Proses Pembelajaran
Meski menjadi salah satu pasangan paling menarik perhatian di Indonesia saat ini, Raymond/Joaquin menegaskan bahwa mereka masih dalam proses pembelatan. "Hubungan kami di lapangan masih terus dikembangkan. Ada banyak hal yang bisa kami perbaiki, terutama dalam koordinasi dan komunikasi," papar Joaquin yang sebelumnya berpasangan dengan rekan lain.
Sebagai pasangan baru, mereka mengakui masih perlu waktu untuk menemukan sinkronisasi sempurna. "Kami sering berlatih hingga larut malam untuk mencari pola permainan yang paling cocok. Terkadang ada konflik dalam pengambilan keputusan, tapi kami selalu mencari solusi terbaik untuk tim," tambah Raymond.
Persiapan Fisik dan Mental
Tim pelatnas telah menyusun program latihan khusus untuk memastikan kondisi fisik kedua pemain optimal saat tiba di Jerman. "Kami melakukan penyesuaian zona waktu sejak seminggu sebelum berangkat. Ini penting agar tubuh kami tidak mengalami jet lag yang berlebihan saat bertanding," jelas Joaquin.
Sementara itu, asisten pelatnih ganda putra, Nova Widianto, mengungkapkan bahwa persiapan mental juga menjadi fokus utama. "Kami melakukan sesi psikologi untuk mengatasi tekanan. Banyak yang menunggu dari mereka, jadi kami harus siap secara mental," ucap Nova yang juga mantan pebulu tangkis ganda putra Indonesia.
Lawan Potensial
Raymond/Joaquin tidak menepis kemungkinan akan bertemu dengan pasangan top dunia seperti Aaron/SaintFelix (Prancis), Liang/Weijun (Cina), atau even/Muhammad (Malaysia) di babak-bakak selanjutnya. "Semua lawan berpotensi sulit. Kami tidak bisa melihat lawan sebagai lawan lemah. Setiap pertandingan harus dimainkan dengan 100% kapasitas," ucap Raymond.
Joaquin menambahkan bahwa mereka telah mempelajari rekam jejak lawan-lawan potensial tersebut. "Kami tahu kekuatan dan kelemahan mereka. Tapi kami tidak akan membuat strategi berdasarkan analisis itu saja. Kejutan bisa datang kapan saja dalam permainan bulu tangkis," tandasnya.
Dengan sikap rendah hati dan persiapan matang, Raymond/Joaquin berharap dapat memberikan penampilan terbaik di Hylo Open 2026. Mereka menekankan bahwa pengaliam di turnamen ini sangat penting sebagai bagian dari proses menuju Olimpiade Paris 2028.
Komentar (0)