01, 2026
Ekonomi

Ikut-ikutan Emas, Harga Perak Terjun Bebas ke Level Terendah Setahun

Harga perak ambruk hingga menyentuh level terendahnya dalam setahun terakhir.]]>

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ikut-ikutan Emas, Harga Perak Terjun Bebas ke Level Terendah Setahun

Harga Perak Terjun Bebas ke Level Terendah Setelah Ikut Jejak Emas

Harga perak mengalami penurunan tajam pada perdagangan akhir pekan lalu, menyentuh level terendah dalam sejak satu tahun terakhir. Penurunan ini terjadi seiring dengan menguatnya nilai dolar Amerika Serikat dan kecenderungan investor untuk memindahkan aset ke instrumen berisiko lebih tinggi.

Menurut data dari berbagai bursa komoditas global, harga perak spot untuk pengiriman segera ditutup turun 3,2% pada Jumat (15/9) menjadi $21,98 per troy ounce. Level ini adalah penutuhan terendah sejak September 2022 lalu. Sepanjang minggu ini, perak telah kehilangan sekitar 5,5% nilainya, membuatnya menjadi komoditas logam mulia terburuk di pasar.

Faktor Penyebab Penurunan Drastis

Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada penurunan drastis harga perak. Pertama, kebijakan moneter yang lebih hawkish dari The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Menunggu dari The Fed yang menunjukkan kemungkinan suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama telah membuat aset safe haven seperti logam mulia menjadi kurang menarik.

Kedua, dolar Amerika Serikat yang mengalami penguatan. Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Dolar yang lebih kuat cenderung membuat harga komoditas yang dinyatakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan.

Ketiga, kenaikan harga emas yang justru menjadi pilihan utama bagi investor. Meskipun harga emas juga mengalami tekanan, namun penurunannya tidak sebesar perak. Beberapa analis mengatakan bahwa investor lebih memilih untuk memindahkan dana mereka dari perak ke emas karena perbandingan rasio harga emas-perak yang saat ini dianggap tidak sehat.

Dampak pada Pasar dan Industri

Penurunan harga perak memiliki dampak luas bagi berbagai sektor. Bagi investor, penurunan ini menciptakan tantangan serta peluang. Sementara pemegang posisi long mengalami kerugian, bagi mereka yang memiliki dana tunai, ini bisa menjadi kesempatan untuk membeli di level yang lebih rendah.

Di sektor industri, penurunan harga perak bisa menjadi kabar baik bagi produsen elektronik, solar panel, dan industri fotografi. Perak sering digunakan dalam komponen elektronik karena konduktivitas listrik yang tinggi. Dengan harga perak yang lebih murah, biaya produksi untuk berbagai barang elektronik dapat turun.

Bagi produsen perhiasan, situasi ini cukup ambigu. Meskipun harga bahan baku lebih murah, namun permintaan perhiasan seringkali tidak langsung meningkat karena perhiasan dianggap sebagai barang mewah yang permintaannya cenderung tidak elastis terhadap perubahan harga.

Perkiraan Masa Depan

Para analis di pasar komoditas memiliki pandangan yang beragam mengenai proyeksi harga perak ke depan. Sebagian besar menyatakan bahwa tekanan pada harga perak akan berlanjut selama dolar tetap kuat dan kebijakan The Fed tetap hawkish.

"Kita melihat pergerakan harga perak sangat terkait dengan perkembangan dolar AS dan ekspektasi suku bunga," ujar sepekan analis dari sebuah perusahaan sekuritas internasional. "Selama tidak ada perubahan signifikan dalam kebijakan moneter AS, sulit bagi perak untuk memulihkan kinerjanya."

Di sisi lain, ada pihak yang melihat peluang pembelian di level harga saat ini. Mereka berargumen bahwa fundamental ekonomi global yang melemah pada akhirnya akan mendorong investor kembali ke aset safe haven seperti logam mulia.

Sementara itu, pergerakan harga emas akan menjadi acuan penting bagi perak. Jika harga emas berhasil menembus level resisten dan melanjutkan tren naiknya, kemungkinan besar perak akan ikut menanjak meskipun dengan tingkat yang lebih rendah.

Pasar saat ini akan terus memantau perkembangan ekonomi Amerika Serikat, khususnya data inflasi dan kebijakan The Fed, yang dianggap sebagai faktor penentu utama bagi arah harga logam mulia di waktu dekat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter