Kebakaran Hanguskan 3 Ruko di Suryakencana Bogor, Ini Dugaan Penyebabnya
Sebuah kebakaran hebat menghanguskan tiga bangunan ruko di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, pada Rabu (15/3) dini hari. Api yang diduga berasal dari listrik rusak tersebut dengan cepat menjalar dan mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua pemilik ruko mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka.
Kebakaran bermula sekitar pukul 02.00 dini hari ketika warga sekitar melihat asap tebal dan api melalui dari salah satu ruko yang berada di Jalan Suryakencana. Warga segera memberikan laporan kepada pemadam kebakaran setempat. Menurut keterangan Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0606/Bogor, Andi Pratama, tim pemadam tiba di lokasi sekitar lima belas menit setelah mendapat laporan.
"Ketika tiba, api sudah meluas dan menghanguskan tiga ruko yang berdampingan. Tim kami bekerja keras untuk menyekat agar api tidak menjalar ke bangunan sekitarnya," ujar Andi saat dihubungi, Rabu siang. Ia menambahkan, api berhasil dikendalikan pukul 03.30 dini hari setelah tim pemadam menggunakan tiga unit mobil pemadam kebakaran.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Berdasarkan hasil olah TKP Tim Identifikasi Kebakaran dan Penyebab Kebakaran (TKP-P2), kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek pada instalasi listrik di salah satu ruko yang menjadi titik api. "Kami menemukan indikasi adanya korslet pada instalasi listrik di dalam ruko yang pertama terbakar. Kemungkinan besar arus pendek tersebut memicu api yang kemudian dengan cepat menjalar," jelas Kepala TKP-P2 Kota Bogor, Budi Santoso.
Ruko yang terbakar diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun dan memiliki sistem instalasi listrik yang sudah tua serta tidak pernah diperiksa secara berkala. "Ruko-ruko tersebut memang sudah tua dan kondisinya memprihatinkan. Beberapa pemilik ruko mengaku jarang melakukan perawatan pada instalasi listriknya," tambah Budi.
Korban dan Kerugian
Dalam peristiwa ini, tiga ruko yang terbakar milik H. Ahmad, Siti Aminah, dan Budi Santoso mengalami kerusakan total. Isi ruko yang berisikan toko pakaian, warung makan, dan toko elektronik ikut hangus terbakar. "Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta lebih. Ini belum termasuk kerugian karena usaha terhenti," ucap H. Ahmad, salah satu pemilik ruko yang terkena dampak.
Dua pemilik ruko lainnya, Siti Aminah dan Budi Santoso, mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Mereka dirawat di RSUD Bogor dan sudah dinyatakan sehat setelah mendapat perawatan.
Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Bencana BPBD Kota Bogor, Eko Prasetyo, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan lama dengan instalasi listrik yang tidak terawat. "Kami mendorong pemilik bangunan untuk melakukan inspeksi rutin pada instalasi listrik dan sistem pengaman kebakaran. Selain itu, persiapan alat pemadam kebakaran ringan seperti tabung kecil juga penting," katanya.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Walikota Bogor, Bima Arya, menyatakan akan membantu para korban kebakaran. "Kami akan memberikan bantuan berupa sembako dan tempat tinggal sementara bagi para pemilik ruko yang terkena dampak. Selain itu, tim teknis kami akan memeriksa kondisi bangunan sekitar untuk memastikan keamanannya," ujar Bima saat mengunjungi lokasi kebakaran.
Belakangan, pihaknya juga akan menggencarkan operasi yustisi terhadap bangunan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. "Kami akan melakukan penertiban terhadap bangunan yang tidak memenuhi standar keamanan, terkait sistem instalasi listrik dan akses jalan untuk kendaraan pemadam kebakaran," tambahnya.
Untuk sementara, tiga ruko yang terbakar sudah ditutup dengan bambu dan dilengkapi pengamanan oleh petugas kepolisian. Pemilik ruko berencana membangun kembali bangunan mereka dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan terhadap api. "Kami akan membangun kembali dengan lebih baik dan memastikan semua sistem keamanan terpenuhi," ujar H. Ahmad dengan penuh harapan.
Komentar (0)