02, 2026
Nasional

Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

Binance akan membuka layanan penarikan dana pada 1 November 2026 setelah mengganti 95% aset kripto yang dicuri.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

Kenaikan Bobol Rp114 Triliun, Binance Klaim Sudah Ganti 95% Kerugian dan Buka Penarikan Kembali

Platform perdagangan mata uang digital terbesar dunia, Binance, mengumumkan telah mengganti sebesar 95% kerugian akibat insiden keamanan yang dialami pengguna pada bulan Mei lalu. Insiden tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian mencapai Rp114 triliun atau setara dengan sekitar US$560 juta. Platform ini juga mengumumkan bahwa penarikan dana kini telah dibuka kembali bagi para penggunanya setelah proses investigasi dan pemulihan sistem selesai dilakukan.

Insiden keamanan ini terjadi pada tanggal 7 Mei 2024 ketika terjadi penarikan dana secara tidak sah dari dompet Binance yang disebut "hot wallet". Dompet ini digunakan untuk menampung dana yang sedang aktif diperdagangkan. Para penyerang berhasil mengekstraksi sejumlah besar mata uang digital dalam waktu singkat sebelum sistem keamanan berhasil diaktifkan kembali.

Dalam keterangannya, Binance mengakui bahwa insiden ini merupakan tantangan terbesar yang pernah dihadapi platform dalam sejarah operasionalnya. Namun, perusahaan segera mengambil langkah proaktif untuk meminimalkan dampak dan memulihkan dana para pengguna.

Proses Pemulihan Dana

Binance menyatakan bahwa tim keamanan teknis dan forensik digital bekerja keras selama 24 jam untuk mengidentifikasi dan memulihkan dana yang hilang. Perusahaan juga berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum dan regulator di berbagai negara untuk menyelidiki insiden ini.

"Kami dapat mengumumkan bahwa 95% dari dana yang terkena dampak telah berhasil dipulihkan dan kami telah memulai proses pengembalian kepada pengguna," kata seorang juru bicara Binance dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan kemarin.

Untuk menutupi sisa kerugian yang belum dipulihkan, Binance mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan dana dari Binance Industry Recovery Fund (IRF). Dana ini awalnya dibentuk untuk membantu proyek dan perusahaan kripto yang mengalami kesulitan keuangan, namun kini digunakan untuk melindungi para pengguna.

Langkah-langkah Keamanan Tambahan

Sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden ini, Binance telah mengimplementasikan sejumlah langkah keamanan tambahan untuk mencegah serupa terulang di masa depan. Beberapa langkah tersebut meliputi:

  1. Peningkatan sistem deteksi dini ancaman keamanan
  2. Implementasi mekanisme otomatisasi yang lebih canggih untuk menghentikan aktivitas mencurigakan
  3. Penambahan lapisan verifikasi transaksi untuk penarikan dana besar
  4. Peningkatan pemantauan dompet "cold wallet" yang menyimpan dana tidak aktif
  5. Perbaikan sistem autentikasi dua faktor (2FA)

CEO Binance, Changpeng Zhao, menyatakan bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh industri kripto. "Keamanan selalu menjadi prioritas utama bagi kami. Meskipun kami memiliki sistem keamanan yang kuat, insiden ini menunjukkan bahwa ada ruang untuk perbaikan," ujarnya.

Pengaruh terhadap Pasar Kripto

Insiden keamanan ini tentu saja memberikan dampak signifikan terhadap pasar kripto global. Harga Bitcoin dan mata uang digital utama lainnya mengalami penurunan tajam setelah berita ini menjadi publik. Namun, setelah Binance mengumumkan langkah-langkah pemulihan dan pembukaan kembali penarikan, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan.

Para analis pasar mengamati bahwa respons cepat Binance dalam menangani situasi ini membantu meminimalkan panik di antara para investor. Namun, beberapa pihak tetap menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat di industri kripto untuk melindungi para pengguna.

Reaksi dari Para Pengguna dan Regulator

Beberapa pengguna Binance menyatakan kecemasan meski penarikan sudah dibuka kembali. "Saya masih ragu untuk menarik dana saya sepenuhnya. Mungkin saya akan menunggu beberapa hari lagi untuk memastikan semuanya aman," kata seorang pengguna asal Jakarta.

Sementara itu, regulator dari berbagai negara mulai memantau perkembangan ini dengan lebih dekat. Badan pengawas keuangan di beberapa negara telah mengeluarkan peringatan kepada publik untuk berhati-hati dalam menggunakan platform kripto dan memastikan bahwa platform yang digunakan memiliki sistem keamanan yang memadai.

Dalam keterangannya, Binance memastikan bahwa mereka akan terus transparan mengenai perkembangan pemulihan dan akan mengumumkan jadwal pasti untuk pengembalian sisa dana yang belum dipulihkan. Platform ini juga berjanji untuk meningkatkan komunikasi dengan para pengguna dan regulator di masa depan.

Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh ekosistem kripto bahwa meskipun teknologi blockchain menawarkan keamanan yang tinggi, implementasi sistem keamanan di tingkat platform masih tetap menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan dengan serius.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter