01, 2026
Ekonomi

Ketua Kadin Lapor Prabowo, Investasi Dalam Negeri Rp 2.000 Triliun

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ketua Kadin Lapor Prabowo, Investasi Dalam Negeri Rp 2.000 Triliun

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melaporkan bahwa investasi dalam negeri mencapai angka Rp 2.000 triliun sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir pada Oktober 2024. Laporan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Arsjad Rasjid menjelaskan bahwa investasi dalam negeri tersebut tumbuh secara signifikan selama sepuluh tahun masa pemerintahan Jokowi. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signififikan dibandingkan dengan periode sebelumnya, meskipun masih jauh dari target yang diharapkan oleh dunia usaha.

Pertemuan dengan Presiden Terpilih

Pertemuan antara Kadin Indonesia dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto berlangsung akrab dan produktif. Arsjad Rasjid didampingi oleh beberapa pengurus Kadin lainnya membahas berbagai isu terkait investasi dan iklim usaha di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Arsjad menyampaikan data terkini mengenai kondisi investasi dalam negeri yang telah dicapai selama ini.

"Kami menyampaikan data dan fakta mengenai investasi dalam negeri yang telah tumbuh pesat selama sepuluh tahun terakhir. Angka Rp 2.000 triliun ini adalah bukti nyata bahwa iklim investasi di Indonesia memang sedang membaik," kata Arsjad setelah pertemuan berlangsung.

Prabowo Subianto dalam tanggapannya menyatakan apresiasi atas laporan yang disampaikan Kadin Indonesia. Ia menegaskan akan terus memperhatikan isu-isu yang dibawa oleh dunia usaha untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di masa mendatang.

Peningkatan Investasi Dalam Negeri

Data yang disampaikan Kadin menunjukkan bahwa investasi dalam negeri mengalami peningkatan yang signifikan sejak pemerintahan Jokowi dimulai pada 2014. Pada periode tersebut, investasi dalam negeri masih relatif rendah namun mengalami peningkatan pesat dari tahun ke tahun.

"Investasi dalam negeri ini mencakup berbagai sektor mulai dari infrastruktur, manufaktur, hingga teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa dunia usaha lokal semakin percaya pada stabilitas ekonomi Indonesia," jelas Arsjad.

Peningkatan investasi dalam negeri ini sejalan dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam mempermudah proses perizinan dan memberikan insentif bagi pelaku usaha. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga telah menyatakan bahwa investasi dalam negeri menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai target investasi secara keseluruhan.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun mencapai angka Rp 2.000 triliun, Arsjad mengakui masih ada tantangan yang perlu dihadapi dalam meningkatkan investasi dalam negeri. Beberapa di antaranya adalah masih adanya biaya logistik yang tinggi, perizinan yang masih rumit di beberapa daerah, serta persaingan dengan negara-negara lain dalam menarik investasi asing.

"Kami berharap pemerintahan yang akan datang dapat terus menyederhanakan regulasi dan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi pelaku usaha. Ini penting untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan arus investasi dalam negeri," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Subianto juga menyampaikan visinya terkait pengembangan ekonomi Indonesia. Ia menekankan pentingnya membangun ekonomi yang berkeadilan dan berbasis inovasi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan. Kadin Indonesia menegarkan kesiapannya untuk terus berperan aktif dalam memberikan masukan dan rekomendasi demi peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter