Driver Ojol Dilindas Mobil Listrik BYD di Blok M, Korban Dilarikan ke RS
Sebuah insiden mengagetkan terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/3) siang. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban tabrakan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD. Korban mengalami luka-luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
Menurut keterangan saksi mata, insiden bermula ketika mobil listrik BYD yang dikendarai seorang pria berusira 35 tahun bernama Budi Santoso (35) tiba-tiba mengalami rem blong saat melaju di Jalan Raya Blok M. Mobil yang baru beredar di pasaran Indonesia ini tidak bisa dikendalikan dan menabrak sejumlah pengendara sepeda motor yang sedang menunggu lampu merah.
"Tiba-tiba ada mobil listrik datang dengan kecepatan tinggi. Remnya nggak kuat, langseng deh nabrak beberapa motor termasuk saya," kata salah satu saksi mata, Ahmad (28), yang juga mengalami luka ringan di kaki.
Dalam kejadian itu, seorang pengemudi ojek online bernama Eko Prasetyo (28) menjadi korban terparah. Ia tertabrak langsung oleh bagian depan mobil BYD dan terhempas sejauh sekitar lima meter. Mobil listrik tersebut terus melaju hingga menabrak tiang listrik dan berhenti di trotoar.
Tim medis dari Polda Metro Jaka yang tiba di lokasi segera memberikan pertolongan pertama kepada korban. Eko yang sadar tapi terlihat kesakitan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah dengan kondisi luka memar di bagian dada dan kaki.
Kendaraan Baru, Masih Banyak Masalah?
Mobil listrik BYD yang terlibat dalam insiden ini adalah salah satu merek kendaraan listrik baru yang masuk ke pasar Indonesia beberapa bulan terakhir. Beberapa pihak mulai menyoroti masalah keamanan yang mungkin muncul dari kendaraan listrik yang belum banyak diuji di kondisi jalanan Indonesia.
"Kami masih melakukan investigasi untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan. Apakah benar rem blong atau ada faktor lain seperti kelalaian pengemudi," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jakarta Selatan, Kompol Hendra, dalam konferensi pers singkatnya.
BYD sendiri belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden ini. Namun, pihaknya dikabarkan sudah mengirim tim teknisi untuk mengecek kondisi mobil yang rusak parah akibat tabrakan tersebut.
Dampak bagi Komunitas Ojek Online
Insiden ini tentu menimbulkan kecemasan di kalangan pengemudi ojek online yang sering beroperasi di area dengan volume lalu lintas tinggi seperti Blok M. Mereka mengaku khawatir akan kecelakaan sering terjadi, terutama dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang beroperasi di jalanan Jakarta.
"Sudah hampir setiap hari ada kecelakaan di sini. Sekarang lagi-lagi ada korban dari pengemudi ojol. Harusnya pemerintah lebih ketat dalam mengawasi masuknya kendaraan baru ke Indonesia," ujar Ketua Asosiasi Pengemudi Ojek Online Jakarta, Rudi, ketika dihubungi secara terpisah.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat darurat untuk membahas keamanan para pengemudi di lokasi-lokasi rawat kecelakaan.
Respon Pihak Terkait
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan akan mengevaluasi kembali standar keamanan kendaraan listrik yang masuk ke Jakarta. "Kami akan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan semua kendaraan yang beroperasi di Jakarta memenuhi standar keamanan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama di persimpangan yang rawan kecelakaan. "Jika ada korban kecelakaan, segera hubungi layanan darurat 119 untuk mendapatkan bantuan medis," ujarnya.
Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Pengemudi BYD, Budi, saat ini masih diperiksa sebagai saksi di Mapolres Jakarta Selatan.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan lalu lintas di ibu kota yang padat. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menindaklanjuti kejadian ini dengan memberikan solusi konkret untuk mencegah insiden sering terulang.
Komentar (0)