29, 2026
Nasional

Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya Pria yang Mau Perkosa Siswi SMP

Lansia R (65) meninggal setelah dianiaya S (34) saat menolong siswi SMP dari pemerkosaan. Polisi sedang menyelidiki dan mencari pelaku.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya Pria yang Mau Perkosa Siswi SMP

Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya Pria yang Mau Perkosa Siswi SMP

Seorang lansia di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tewas dianiaya oleh pria yang diduga hendak memperkosa seorang siswi SMP. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (15/3) malam di wilayah Kecamatan Mantup, Lamongan. Korban tewas bernasmah Suroso (72), warga Dusun Krajan, Desa Kedungdowo, Kecamatan Mantup.

Menurut keterangan Kepala Polres Lamongan, AKBP Budi Santoso, pelaku berinisial M (35) warga Desa Kedungdowo yang sama dengan korban. Pelaku diketahui hendak memperkosa seorang remaja perempuan berusia 14 tahun yang sedang berjalan sendirian menuju rumahnya.

"Pelaku melihat korban perempuan sedang berjalan sendirian dan berniat tidak baik. Namun, korban lansia yang sedang duduk di depan rumahnya melihat kejadian itu dan mencoba mencegah," ujar Budi Santoso dalam konferensi pers, Kamis (16/3) pagi.

Diceritakan, saat melihat pelaku hendak memperkosa siswi SMP tersebut, Suroso langsung berteriak dan memperingatkan pelaku. Mendapat peringatan dari korban lansia, pelaku yang panik langsung menyerang Suroso dengan menghantam kepala korban menggunakan batu.

"Korban lansia mengalami luka parah di bagian kepala akibat ditikam dan dipukul pelaku. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung datang dan membawa korban ke puskesmas, namun nyawa korban tidak tertolong," tambah Budi Santoso.

Kronologi Lengkap Kejadian

Kronologi lengkap kejadian bermula ketika siswi SMP berinisial N (14) pulang dari sekolah. Saat melintasi jalan sepi di Desa Kedungdowo, pelaku M mendekati korban dan mencoba memeluk serta menyentuh tubuh korban dengan tidak sopan.

"Korban perempuan menjerit minta tolong. Suara teriakan itu didengar oleh Suroso yang sedang duduk di depan rumahnya. Korban lansia langsung berlari untuk membantu," jelas Budi Santoso.

Saat tiba di lokasi, Suroso langsinya menghentikan aksi tidak pantas pelaku. Namun, pelaku yang merasa terancam justru marah dan menyerang korban lansia menggunakan batu yang tersedia di sekitar lokasi.

"Pelaku menghantam kepala korban berulang kali hingga korban pingsan. Warga yang sudah datang langseng mengamankan pelaku dan membawa korban ke Puskesmas Mantup. Sayangnya, setelah diperiksa tim dokter, korban lansia telah tewas di tempat," ujar Budi Santoso.

Pelaku Ditangkap, Motif Kekerasan Terungkap

Setelah kejadian, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku M di rumahnya. Pelaku mengakui perbuatannya namun menyesali tindakannya.

"Pelaku mengaku tidak sengaja melukai korban lansia. Ia mengaku panik karena ketika korban lansia datang, ia takut akan dilaporkan ke pihak berwenang," kata Budi Santoso.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku M diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa. Beberapa tetangga melaporkan bahwa pelaku sering mengalami gangguan mental namun tidak pernah dilaporkan sebelumnya.

"Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku. Selain itu, kami juga akan memeriksa korper perempuan yang menjadi target awal pelaku. Untuk sementara waktu, pelaku akan kita amankan di Mapolres Lamongan," tambak Budi Santoso.

Respon Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan, Ahmad Fauzi, menyatakan prihatin dengan kejadian tersebut. Pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi kemanan di desa-desa.

"Kami akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan di setiap desa. Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan bersama," ujar Ahmad Fauzi.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, KH. Abdul Hamid, meminta agar pihak kepolisian memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku. Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih waspada dalam menjaga anak-anaknya.

"Kejadian ini sangat memilukan. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan agar aman dan nyaman. Orang tua juga harus lebih waspada terhadap anak-anaknya, terutama saat pulang sekolah," kata KH. Abdul Hamid.

Sementara itu, jenazah korban lansia telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif utama pelaku melakukan aksi tidak terpuji tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter