03, 2026
Nasional

LPPOM Soroti Pentingnya Bangun Ekosistem Halal di Industri Bakso, Gandeng Pemasok dan Pelaku UMKM

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/11/03/6ae8e1ff380e2-lppom-halal-connect_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

LPPOM Soroti Pentingnya Bangun Ekosistem Halal di Industri Bakso, Gandeng Pemasok dan Pelaku UMKM

Lembaga Pengkajian, Pemberkatan, dan Pengawasan Produk Halal (LPPOM) MUI menggelar kegiatan strategis untuk membangun ekosistem halal di industri bakso. Kegiatan yang diselenggarakan beberapa waktu lalu ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk bakso yang konsumen nikmati benar-benar halal dari hulu hingga hilir. LPPOM MUI bekerja sama dengan berbagai pemasok bahan baku dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner untuk memperkuat komitmen terhadap produk halal.

Pentingnya Ekosistem Halal Lengkap

Dalam kegiatan tersebut, Ketua LPPOM MUI, Dr. H. M. Irfan Syauqi Beik, menjelaskan bahwa ekosistem halal tidak hanya terbatas pada status sertifikasi produk akhir. Menurutnya, kehalalan sebuah produk harus dipastikan sejak tahap pengolahan bahan baku hingga proses distribusi. Industri bakso, yang menggunakan berbagai macam bahan seperti daging, tepung, rempah-rempah, dan bahan pengikat, memerlukan pengawasan ketat di setiap tahap produksi.

"Kehalalan bakso tidak hanya tergantung pada dagingnya saja, tetapi juga pada semua bahan pendukungnya. Mulai dari tepung, bumbu, hingga pengikat yang digunakan. Semua itu harus memenuhi syarat halal," ujar Irfan dalam sambutannya.

Kolaborasi dengan Pemasok dan UMKM

Untuk membangun ekosistem halal yang komprehensif, LPPOM MUI bekerja sama dengan para pemasok bahan baku industri bakso. Kegiatan ini melibatkan sejumlah pemasok utama bahan makanan yang telah memiliki sertifikasi halal, serta beberapa pemasok lokal yang masih membutuhkan bimbingan. LPPOM MUI menyediakan pelatihan dan asesmen kehalalan bagi para pemasok untuk memastikan bahwa produk yang mereka pasok memenuhi standar kehalalan.

Selain itu, LPPOM MUI juga menggandeng pelaku UMKM di sektor kuliner, terutama yang bergerak di bidang pembuatan bakso. Banyak UMKM yang memiliki potensi besar namun mengalami kesulitan dalam memenuhi persyaratan kehalalan. Melalui program ini, LPPOM MUI membantu UMKM memahami proses sertifikasi halal, mengelola bahan baku halal, serta memastikan kebersihan dan kesehatan dalam proses produksi.

Tantangan dalam Memastikan Kehalalan Industri Bakso

Menurut data LPPOM MUI, industri bakso menghadapi beberapa tantangan dalam memastikan kehalalan produk. Salah satu tantangan utama adalah adanya praktik campuran daging yang tidak jelas sumbernya. Beberapa produsen bakso masih menggunakan daging sisa atau dengan kualitas tidak jelas untuk menghemat biaya produksi. Praktik ini tentu bertentangan dengan prinsip kehalalan.

Selain itu, penggunaan bahan pengikat dan pengawet yang tidak bersertifikat halal juga menjadi masalah serius. Bahan-bahan ini sering kali diabaikan oleh produsen, padahal kandungannya dapat mempengaruhi status kehalalan produk akhir. LPPOM MUI menyoroti pentingnya transparansi dalam setiap bahan yang digunakan dalam produksi bakso.

Program Pelatihan dan Sertifikasi bagi Produsen

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, LPPOM MUI meluncurkan program pelatihan dan sertifikasi bagi produsen bakso. Program ini mencakup edukasi tentang sumber bahan baku halal, manajemen pemasukan bahan, serta proses produksi yang memenuhi syariat Islam. Para peserta juga diajari cara membaca label dan sertifikat halal untuk memastikan kualitas bahan yang mereka gunakan.

"Kami ingin para produsen bakso tidak hanya sekadar memiliki sertifikasi, tetapi benar-benar memahami dan mempraktikkan prinsip kehalalan dalam setiap aspek produksi. Dengan begitu, kepercayaan konsumen terhadap produk bakso halal akan semakin kuat," jelas Irfan.

Dampak Positif bagi Konsumen dan Industri

Pembangunan ekosistem halal di industri bakso diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Bagi konsumen, kepastian kehalalan produk akan meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan dalam mengonsumsi bakso. Bagi industri, sistem kehalalan yang terstruktur akan memudahkan akses pasar, terutama pasar internasional yang semakin ketat mengenai standar kehalalan.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas industri bakso secara keseluruhan. Dengan adanya standar kehalalan yang ketat, produsen akan lebih disiplin dalam memilih bahan baku dan menjaga kualitas produksi. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan daya saing industri bakso Indonesia di tingkat global.

Komitmen Jangka Panjang

LPPOM MUI menegaskan bahwa program ini bukanlah kegiatan sekali saja, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem halal di berbagai industri. Industri bakso dipilih sebagai fokus awal karena merupakan salah satu produk kuliner yang sangat populer di masyarakat dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

"Kami berencana untuk mengembangkan program serupa di industri makanan lainnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem halal yang utuh dan terintegrasi di seluruh rantai industri makanan Indonesia," ujar Irfan menutup.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter