30, 2026
Nasional

Puluhan Warga di Karawang Diduga Keracunan Gas dari Pabrik, Dilarikan ke RS

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2016/01/22/361149_ilustrasi-racun_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Puluhan Warga di Karawang Diduga Keracunan Gas dari Pabrik, Dilarikan ke RS

Puluhan warga di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan gas bercampur dari beberapa pabrik di wilayah tersebut. Warga yang mengalami gejala keracunan tersebut langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit sekitar untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Pelaksana (Kepala Seksi) Kedaruratan dan Kecelakaan (Dinkes) Karawang, drg. H. Rudi Hermawan mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya warga yang mengalami keracunan gas pada Rabu (17/5) malam. Menurutnya, ada sekitar 30 warga yang mengeluhkan gejala keracunan gas yang berasal dari beberapa RT di wilayah Telukjambe Timur.

"Kita menerima laporan sekitar pukul 21.00 WIB bahwa ada warga yang mengeluhkan sesak napas, mual, pusing, dan mata berkunang-kunang. Tim medis dari puskesmas sekitara langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal," ujar Rudi saat dikonfirmasi, Kamis (18/5).

Sejumlah warga yang mengalami gejala tersebut langsung dievakuasi ke beberapa rumah sakit di sekitar Karawang, seperti RSUD Karawang, RSUD Tangerang, dan RSUD Purwakarta. Menurut Rudi, kondisi mayoritas pasien sudah stabil setelah mendapatkan perawatan medis.

Gejala yang Dialami Warga

Beberapa warga yang menjadi korban keracunan gas mengeluhkan gejala yang beragam. Beberapa di antaranya mengalami sesak napas, mual, muntah, pusing, dan mata yang berkunang-kunang. Gejala-gejala tersebut muncul secara tiba-tiba pada malam hari saat kebanyakan warga sedang berada di rumah masing-masing.

"Saya tiba-tiba sesak napas dan merasa pusing. Mata saya juga berkunang-kunang dan saya merasa mual. Saya langsung dibawa ke rumah sakit oleh tetangga karena kondisi saya sangat tidak enak," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, seorang warga lain, Siti (45), mengatakan bahwa dirinya dan keluarganya mulai merasa tidak enak badan sekitar pukul 20.00 WIB. "Awalnya saya hanya merasa pusing, tapi kemudian saya merasa sesak napas. Anak-anak saya juga mengeluhkan mata yang irit dan berkunang-kunang," ujarnya.

Pemerintah Daerah Segera Tangani

Dalam menangani kasus ini, Pemerintah Daerah Karawang segera membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab keracunan gas yang dialami warga. Tim tersebut terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang.

"Kami sudah membentuk tim investigasi untuk mengetahui sumber gas yang menyebabkan keracunan ini. Kami sedang melakukan pengambilan sampel udara di sekitar lokasi dan juga dari beberapa pabrik yang berada di area tersebut," kata Bupati Karawang, dr. H. Deddy Mulyadi saat ditemui di rumah sakit.

Menurut Deddy, pihaknya juga telah menghubungi beberapa pabrik yang diduga sebagai sumber emisi gas untuk dimintai keterangannya. "Kami sudah meminta keterangan dari beberapa pabrik di wilayah Telukjambe Timur. Pihak perusahaan juga sudah diminta untuk mengecek sistem emisi mereka," ujarnya.

Kendala dalam Penyelidikan

Tim investigasi menghadapi beberapa kendala dalam menentukan sumber pasti gas yang menyebabkan keracunan tersebut. Salah satu kendalanya adalah adanya beberapa pabrik di sekitar lokasi yang berpotensi mengeluarkan emisi gas berbahaya.

"Ada beberapa pabrik di area tersebut yang berpotensi mengeluarkan emisi gas. Namun, untuk menentukan mana yang menjadi penyebab utama masih membutuhkan waktu dan pengujian laboratorium yang lebih lanjut," jelas Rudi dari Dinkes Karawang.

Selain itu, kondisi udara di wilayah tersebut juga terbilang cukup buruk karena lokasi pemukiman warga yang berdekatan dengan area industri. "Ini adalah masalah yang sering terjadi di daerah-daerah yang memiliki zona industri. Kita perlu mengevaluasi kembali perencanaan tata ruang di wilayah ini," tambah Deddy Mulyadi.

Tanggapan Pihak Pabrik

Saat dikonfirmasi, pihak salah satu pabrik di area tersebut mengaku telah melakukan pengujian emisi gas secara berkala. "Kami melakukan pengujian emisi gas setiap buli dan hasilnya selalu memenuhi standar yang ditetapkan. Namun, kami tetap akan bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu menyelidiki kasus ini," ujar perwakilan pabrik yang enggan disebutkan namanya.

Pihak pabrik tersebut juga menyatakan siap membantu biaya pengobatan bagi warga yang terkena dampak. "Kami akan membantu biaya pengobatan warga yang terkena dampak sesuai dengan hasil investigasi yang dilakukan pemerintah," kata perwakilan pabrik tersebut.

Upaya Pencegahan di Masa Depan

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang, H. Yayat Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan lebih ketat terhadap kualitas udara di sekitar zona industri. "Kita akan meningkatkan frekuensi pengujian kualitas udara di area industri untuk memastikan tidak ada emisi gas yang berbahaya yang mengalami kebocoran," ujarnya.

Yayat juga menyatakan akan mengajukan evaluasi perizinan operasional bagi beberapa pabrik yang dianggap berpotensi berbahaya. "Kita akan mengevaluasi kembali perizinan operasional perusahaan-perusahaan di zona industri, terutama yang berisiko tinggi menghasilkan emisi gas berbahaya," tambahnya.

Sementara itu, beberapa warga setempat meminta pemerintah untuk segera menindak perusahaan-perusahaan yang diduga sebagai sumber keracunan gas. "Kami minta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap perusahaan yang meresahkan warga. Jangan sampai hal ini terulang lagi di masa depan," ucap salah aktivis masyarakat setempat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter