25, 2026
Nasional

Sesal Belasan Warga Jarah Gudang Snack yang Terbakar

Aksi penjarahan terjadi di sebuah gudang snack yang terbakar di Kota Bengkulu. Para penjarah pun menyesal dan meminta maaf.]]>

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sesal Belasan Warga Jarah Gudang Snack yang Terbakar

Sesal Belasan Warga Jarah Gudang Snack yang Terbakar

Sebuah gudang penyimpanan snack milik warga di Jalan Raya Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ludes dilalap api pada Rabu (15/3) dini hari. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu berhasil membakai ratusan jenis snack berbagai merek yang tersimpan di dalam gudang, mengakibatkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Belasan warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran terlihat menyesal dan bersedih karena tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka.

Kebakaran Terjadi Saat Warga Tidur Nyenyak

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB saat sebagian besar warga sedang tidur nyenyak. Api pertama kali terlihat oleh warga bernama Surya (32), yang sedang melintas di depan gudang milik keluarga Haji Ahmad (58). Api yang semula hanya kecil-kecilan segera membesar dan menjalar dengan cepat ke arah atap gudang yang terbuat dari kayu dan seng.

"Saya terbangun karena melihat api dari arah jalan. Api sudah besar sekali dan sudah mulai memakan atap gudang," kata Surya yang masih terlihat syok.

Setelah melihat api, Surya segera membangunkan warga lainnya dan meminta bantuan pemadam kebakaran. Warga setempat yang sudah terbangun mencoba membantu memadamkan api dengan ember-ember berisi air namun upaya mereka sia-sia karena api sudah terlalu besar dan menjalar dengan cepat.

Warga Menyesal Tak Bisa Menyelamatkan Barang

Saat kebakaran terjadi, sebagian besar warga masih dalam keadaan panik dan bingung bagaimana cara menyelamatkan barang-barang yang tersimpan di dalam gudang. Beberapa warga mencoba membawa keluar barang-barang berharga namun api yang semakin membesar membuat mereka terpaksa mundur demi keselamatan diri sendiri.

"Saya sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan barang-barang milik anak-anak saya. Di dalam gudang itu tersimpan banyak barang berharga termasuk snack untuk persediaan toko," kata Haji Ahmad yang masih terlihat sedih.

Menurutnya, gudang tersebut berisi ratusan jenis snack berbagai merek yang biasa dijual di toko miliknya. Selain snack, di dalam gudang juga tersimpan beberapa alat elektronik dan furnitur berharga yang ikut terbakar.

Evakuasi Warga dan Penyelamatan Tersisa

Selah mendapat laporan, tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ( Damkar) Kabupaten Tasikmalaya segera tiba di lokasi dengan membawa dua unit mobil damkar. Api berhasil dikendalikan setelah sekitar dua jam dilakukan pemadaman intensif.

Setelah api berhasil dipadamkan, warga setempat bergegas menyelamat barang-barang yang tersisa dari reruntuhan gudang. Beberapa warga terlihat membawa keluar barang-barang yang masih bisa diselamatkan seperti televisi, lemari, dan beberapa snack yang belum terbakar.

Mulai Proses Rekonstruksi dan Normalisasi

Pasca kebakaran, warga setempat mulai membersihkan lokasi gudang yang sudah rata dengan tanah. Beberapa warga membantu keluarga Haji Ahmad membersihkan sisa-sisa abu dan memindahkan barang-barang yang tersisa ke tempat yang lebih aman.

Sejumlah warga setempat mengaku khawatir kejadian sering bisa terulang jika tidak ada perbaikan sistem listrik di sekitaran lokasi kebakaran. Mereka meminta pemerintah setempat untuk segera melakukan inspeksi kelistrik di permukiman warga untuk mencegah kebakaran serupa terjadi di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja, Ahmad Fauzi, mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk membantu korban kebakaran. "Kami akan membantu keluarga korban kebakaran dalam proses rekonstruksi dan memberikan bantuan semampunya," ujarnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter