01, 2026
Ekonomi

Tak Mampu Biayai, Ayah Tiri dan Ibu Kandung Bunuh Bayi di Toilet Jaksel

Seorang ayah tiri dan ibu kandung membunuh bayi mereka berusia 20 bulan di Kebayoran Lama, Jakarta, karena masalah ekonomi. Pelaku ditangkap polisi.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tak Mampu Biayai, Ayah Tiri dan Ibu Kandung Bunuh Bayi di Toilet Jaksel

Tak Mampu Biayai, Ayah Tiri dan Ibu Kandung Bunuh Bayi di Jakarta Selatan

Sebuah tragedi menyayat hati terjadi di wilayah Jakarta Selatan, di mana seorang bayi baru lahir ditemukan tewas di dalam toilet apartemen. Diduga, bayi tersebut menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri dan ibu kandungnya. Keduanya mengaku tidak mampu menanggung biaya hidup, sehingga mengambil langkah nekat yang mematikan.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Ahmad Yurianto, mengungkapkan bahwa kejadian ini bermula ketika korban, seorang bayi perempuan berusia beberapa hari, lahir dari seorang ibu berinisial N (25). Menurut keterangan N, ia telah memiliki seorang suami berinisial R (28) yang merupakan ayah tiri korban. Kondisi ekonomi keluarga yang terus menurun membuat mereka tidak mampu merawat bayi tersebut.

Penemuan Mayat Bayi di Apartemen

Tragedi ini terungkap setelah pengelola apartemen menerima laporan bau tak sedap dari salah satu kamar mandi di lantai 3 apartemen tersebut. Setelah melakukan pengecekan, mereka menemukan mayat bayi yang sudah membusuk di dalam toilet. Pihak pengelola segera melapor ke kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Tim kami segera turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah dilakukan pemeriksaan, kami menemukan mayat bayi perempuan di dalam toilet yang terkunci dari dalam," jelas Yurianto dalam konferensi persnya.

Penangkapan Pelaku

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua tersangka, yaitu R dan N. Keduanya merupakan pasangan suami-istri yang tinggal di apartemen tersebut. Menurut keterangan polisi, R adalah ayah tiri korban, sedangkan N adalah ibu kandung korban.

Saat diperiksa, R mengaku tidak mampu menanggung biaya hidup pasca kelahiran bayi. Ia mengaku sudah bekerja keras namun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi menambah tanggungan bayi baru lahir.

"Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya sudah coba mencari kerja tambahan, tapi sulit. Saya tidak ingin anak ini menderita seperti saya," ujar R saat diperiksa polisi, seperti dilansir dari sumber terpercaya.

Motif Pembunuhan yang Mengejutkan

Dalam pengakuannya, N mengakui bahwa ia merasa sangat tertekan dengan kondisi ekonomi keluarga. Ia mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk mencari uang, tetapi semua usahanya gagal. Rasa putus asa akhirnya membuatnya terbawa arus untuk mengambil keputusan nekat.

"Saya merasa tidak ada jalan lain. Saya tidak ingin anak ini hidup susah seperti saya. Saya lebih baik membiarkannya pergi daripada melihatnya menderita," kata N menangis saat diperiksa polisi.

Reaksi Kepolisian dan Masyarakat

Kasus ini telah memicu kecaman dari berbagai pihak. Kepolisian menegaskan bahwa tindakan pembunuhan terhadap bayi adalah sebuah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kami mengecam tindakan nekat ini. Meskipun alasan ekonomi, pembunuhan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengakhiri nyawa orang lain, apalagi seorang bayi yang tidak berdosa," tegas Yurianto.

Sementara itu, para aktivis dan pakar psikologi mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang sulit memang bisa menjadi pemicu stres, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap anak.

Tindakan Hukum yang Akan Dilakukan

Polisi telah menetapkan R dan N sebagai tersangka dalam kasus ini. Keduanya dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini menunjukkan pentingnya dukungan sosial dan bantuan bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, terutama bagi mereka yang memiliki bayi atau anak kecil. Banyak pihak berharap agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter