04, 2026
Politik

PDIP Puji Keberanian Internal Polri Bongkar Penyadapan Prabowo

PDIP mengapresi keberanian dan integritas jajaran internal Polri dalam mengungkap dugaan tindak pidana penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PDIP Puji Keberanian Internal Polri Bongkar Penyadapan Prabowo

PDIP Apresiasi Tindakan Internal Polri dalam Kasus Penyadapan Prabowo

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan apresiasi terhadap keberanian sejumlah pejabat Polri yang membongkar kasus penyadapan yang menjerat nama mantan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan oleh Anggota DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, yang menilai tindakan tersebut menunjukkan integritas tinggi dalam tubuh institusi kepolisian.

Arteria Dahlan menjelaskan bahwa langkah yang diambil oleh sejumlah pejabat Polri dalam menangani kasus penyadapan terhadap Prabowo menunjukkan adanya perubahan positif dalam budaya organisasi. Menurutnya, keberanian para pejabat Polri untuk mengungkap kebenaran meskipun berhadapan dengan kasus yang sensitif menunjukkan komitmen mereka terhadap reformasi internal.

Komitmen pada Reformasi Kepolisian

"Kami melihat ini sebagai langkah positif dalam reformasi kepolisian. Keberanian untuk mengungkap kebenaran meskipun berhadapan dengan kasus yang kompleks menunjukkan adanya perubahan budaya di dalam institusi Polri," ujar Arteria dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (15/3).

Ia menambahkan bahwa PDIP percaya bahwa kepolisian sebagai penegak hukum harus netral dan profesional dalam menangani setiap kasus. Keberanian internal Polri dalam menangani kasus penyadapan Prabowo menurutnya menjadi contoh nyata bahwa institusi kepolisian sedang bergerak menuju arah yang lebih positif.

Kasus Penyadapan yang Menjerat Prabowo

Kasus penyadapan yang menjerat Prabowo Subianto bermula dari pengungkapan sejumlah pejabat Polri yang menyatakan bahwa ada upaya penyadapan terhadap komunikasi Prabowo selama masa kampanye Pilpres 2019. Para pejabat Polri ini mengungkap bahwa mereka diperintahkan untuk melakukan penyadapan terhadap Prabowo namun menolak melakukannya karena dianggap bertentangan dengan etik dan hukum.

Dalam pengungkapannya, para pejabat Polri menyebutkan bahwa mereka mendapatkan perintah untuk melakukan penyadapan melalui perangkat yang disebut sebagai "alat komunikasi khusus" yang diklaim dapat menyadap berbagai jenis komunikasi, termasuk telepon seluler dan komunikasi digital lainnya.

Respon dari Pihak Terkait

Prabowo Subianto sendiri telah menyatakan akan menuntut hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penyadapan terhadap dirinya. Melalui kuasa hukumnya, Prabowo menyatakan bahwa tindakan penyadapan merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang tidak dapat ditoleransi.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono, mengaku sedang menyelidiki kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa Polri akan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam kasus ini, baik yang menjadi korban maupun yang melakukan tindakan penyadapan.

Pandangan PDIP tentang Keterbukaan Informasi

Arteria Dahlan juga menyampaikan pandangan PDIP mengenai pentingnya keterbukaan informasi dalam setiap penegakan hukum. Menurutnya, kasus penyadapan Prabowo menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Tantangan Reformasi Kepolisian

Meski memberikan apresiasi, Arteria mengakui bahwa reformasi kepolisian masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menyoroti pentingnya adanya dukungan dari berbagai pihak untuk membangun institusi kepolisian yang benar-benar melayani masyarakat.

PDIP sendiri menegarkan kembali komitmennya untuk mendukung reformasi di segala bidang, termasuk dalam institusi kepolisian. Partai berlambang banteng terus berupaya memastikan bahwa setiap lembaga negara bekerja secara profesional dan netral dalam menjalankan fungsinya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter