Banjir Lahar Gunung Semeru, 3 Kecamatan di Lumajang Terdampak
Gunung Semeru kembali memunculkan ancamannya, kali ini dengan banjir lahar yang mengalir ke beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Fenomena alam ini terjadi pada dini hari hari ini, menyebabkan tiga kecamatan terdampak langsung dan memaksa warga sekitar mengungsi. Pihak berwenang segera merespons dengan memberikan bantuan dan evakuasi bagi warga yang berada di daerah rawan.
Aliran Lahar Mengancam Permukiman Warga
Banjir lahr yang berasal dari Gunung Semeru mengalir dengan kekuatan signifikan ke arah beberapa desa di Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pronojiwo, dan Kecamatan Tempursari. Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, aliran lahr ini berupa campuran material vulkanik seperti pasir, kerikil, dan lumpur yang mengalir sepanjang aliran sungai yang ada di lereng gunung.
Kepala BPD Lumajang, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa tinggi aliran lahr mencapai sekitar 1,5 meter di beberapa titik. "Aliran lahr ini cukup signifikan dan sudah menggenangi beberapa permukiman warga terutama di sepanjang aliran sungai Besuk dan sungai Kobokan. Kami sudah mengimbau warga untuk waspada dan siap-siap mengungsi jika kondisi memburuk," ujar Budi Santoso.
Evakuasi Massal Berlangsung
Sejak dini hari, tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan melakukan evakuasi massal warga yang berada di daerah terdampak. Evakuasi ini dilakukan untuk mencegah korban jiwa seiring dengan potensi bahaya yang masih tinggi. Warga yang dievakuasi umumnya dibawa ke posko pengungsian yang telah disiapkan di beberapa lokasi aman seperti aula kantor desa dan gedung sekolah.
Seorang warga dari Desa Candipuro, Suparno, mengungkapkan kepanikannya saat banjir lahr mengalir. "Tiba-tiba air dari gunung mulai naik dengan cepat, berwarna coklat dan mengandung banyak kerikil. Saya langsung mengungsi bersama keluarga ke tempat yang lebih tinggi. Saat ini kami masih di posko pengungsian dan menunggu informasi dari pihak berwenang," keluh Suparno.
Dampak Banjir Lahar
Banjir lahr ini telah mengakibatkan beberapa rumah warga terendam, meskipun hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Selain itu, beberapa akses jalan menuju kecamatan terdampak juga terputus akibat material lahr yang menutupi jalur. Beberapa fasilitas umum seperti jembatan dan irigasi juga mengalami kerusakan akibat terkena dampak aliran lahr.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lumajang, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa timnya masih melakukan pengecekan di lokasi untuk mengetahui dampak pasti dari bencana ini. "Kami masih melakukan pendatakan kerusakan dan jumlah warga yang terdampak. Saat ini fokus utama adalah evakuasi warga dan penyiapan bantuan dasar seperti makanan, minum, dan selimut," jelas Ahmad Fauzi.
Potensi Bahaya Masih Tinggi
Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Semeru masih dalam status waspada. Potensi terjadinya aliran lahr lagi masih sangat tinggi mengingat curah hujan yang tinggi di sekitar wilayah gunung tersebut. PVMBG juga meminta warga untuk selalu waspada dan mematuhi instruksi dari pihak berwenang.
Untuk mengantisipasi hal buruk, pemerintah setempat telah menyiapkan beberapa posko pengungsian dan pusko komando untuk koordinasi penanganan bencana. Selain itu, tim medis juga telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga pengungsi.
Respons Pemerintah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah memerintahkan seluruh jajaran untuk segera turun ke lapangan untuk membantu penanganan bencana ini. "Saya meminta agar seluruh stakeholder terkait bekerja sama dan memberikan bantuan maksimal kepada warga yang terdampak. Keamanan dan keselamatan warga menjadi prioritas utama," ujar Khofifah.
Pemerintah pusat juga telah mengirimkan bantuan berupa logistik dan tim SAR tambahan untuk mendukung upaya penanganan bencana ini. Bantuan tersebut di antaranya berupa alat berat untuk membersihkan material lahr yang menutupi akses jalan dan tenda darurat untuk pengungsian.
Sejarah Banjir Lahar Gunung Semeru
Gunung Semeru dikenal sebagai gunung yang sering menghasilkan banjir lahr, terutama selama musim hujan. Pada Desember 2021, gunung ini meletus dengan dahsyat dan mengakibatkan banjir lahr yang menewaskan sejumlah warga dan mengakibatkan kerusakan parah di sekitar wilayah Lumajang. Fenomena ini terjadi akibat longsiran kubah lava di puncak gunung yang kemudian meluncur ke bawah karena hujan lebat.
Menurut para ahli, banjir lahr di Gunung Semeru terjadi karena adanya interaksi antara material vulkanik di lereng gunung dengan curah hujan yang tinggi. Material vulkanik yang longsor kemudian membawa sejumlah besar air dan batuan-batuan kecil yang mengalir dengan cepat ke arah bawah.
Kondisi Saat Ini
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi bencana masih dalam pengawasan tim penanggulangan bencana. Warga pengungsi masih mendapat bantuan dasar dan menunggu kepastian kapan bisa kembali ke rumahnya. BPBD terus melakukan monitoring terhadap aktivitas Gunung Semeru dan aliran sungai di sekitar wilayah terdampak.
Para warga yang tinggal di sekitar daerah rawan banjir lahr diminta untuk selalu waspada dan mematuhi arahan dari pihak berwenang. Pemerintah juga mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di dekat aliran sungai selama situasi masih belum aman.
Komentar (0)